Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
Cecilia , Yudith Daniafiri
Subject
P87 Communication. Mass Media
Datestamp
2014-04-03 07:13:41
Abstract :
Penelitian ini didasarkan pada fenomena program acara Ethnic Runaway
yang sebelumnya berjudul Primitive Runaway yang ditayangkan TRANS TV.
Fenomena dari acara tersebut adalah munculnya pro kontra atas penayangan acara
ini hingga berujung pada protes dari protes dari para aktifis, pegiat dan pendukung
masyarakat adat di Indonesia terutama dari AMAN (Aliansi Masyarakat Adat
Nusantara) serta banyak bermunculan Surat Keberatan Terbuka di dunia maya.
Inti dari berbagai protes tersebut penggunaan kata primitive dan isi pesan
dari tayangan Primitive Runaway.
Penggunaan kata primitif pada judul adalah bentuk penghinaan dan
pelecehan terhadap suatu kelompok masyarakat. Memberi label primitif
merupakan sebuah bentuk diskriminasi yang merupakan pelanggaran serius
terhadap hak asasi manusia. Secara isi, Primitive Runaway juga cenderung
melakukan sudut pandang yang melecehkan dan menghina cara hidup suatu
komunitas adat. Ini terwujud dalam narasi yang dipakai, rekayasa adegan yang
mencitrakan sisi negatif masyarakat adat, dan penyajian tayangan yang tidak
diimbangi dengan perspektif relativis dan upaya riset yang kuat terlebih dahulu..
Untuk itu TRANS TV sebagai penanggung jawab dari program acara ini
mengganti judul acara ini menjadi Ethnic Runaway.
Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui lebih
mendalam opini masyarakat Surabaya terhadap isi pesan acara dari tayangan
Ethnic Runaway di TRANS TV yang tayang setiap hari Sabtu dan Minggu pukul
15.00 WIB. peneliti memilih opini karena opini adalah salah satu hasil interaksi
dan pemikiran manusia tenteng suatu hal yang kemudian dinyatakan atau
diekspresikan. Dalam kaitannya dengan proses komunikasi terdapat efek dan
salah satu jenisnya adalah opini atau pendapat dan selanjutnya dapat didefinisikan
opini sebagai suatu pernyataan atau sikap dalam kata-kata (Sastropoetro,
1990:11).
Peneliti menggunakan teori S-O-R, dimana tayangan Ethnic Runaway
akan menjadi stimulus bagi penontonnya, sedangkan respon tentang acara tersebut
dalam penelitian ini adalah opini.
Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Surabaya baik pria
maupun wanita yang berumur 17 tahun hingga 50 tahun yang menonton Ethnic
Runaway di TRANS TV. Dan penarikan sampel menggunakan teknik multistage
cluster random sampling.
Adapun hasil dari penelitian ini adalah masyarakat Surabaya memiliki
opini positif terhadap tayangan Ethnic Runaway yang berarti bahwa berati bahwa
responden setuju, bahwa materi atau isi pesan dari tayangan Ethnic Runaway
dianggap sebagai tontonan yang menarik, menghibur, memberikan edukasi dan
tidak melecehkan masyarakat adat.