Abstract :
Penelitan ini didasari pada untuk mengetahui bagaimana makna yang
dikomunikasikan karikatur Majalah Tempo ?FULUS NAZARUDIN UNTUK
PETINGGI DEMOKRAT? pada cover majalah Tempo edisi 11-17 Juli 2011.
Dalam penelitian ini peneliti memaknai karikatur seorang Nazarudin yang
terlibat dalam kasus korupsi tetapi pada karikatur ini menunjukkan ekspresi yang
tenang dan seakan tidak terjadi apa-apa.
Teori yang digunakan adalah semiotik Charles Sanders Pierce yang membagi
antara tanda dan acuannya menjadi tiga kategori yaitu : ikon, indeks dan simbol
adalah tanda yang hubungan antara penanda dan penandanya bersifat bersamaan
bentuk alamiah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriptif
Kualitatif.
Dalam Penelitian ini menggunakan metode penelitian model deskriptif dengan
mengunakan pendekatan semiotik. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan
bahwa keberanian dan ketenangan seorang Nazarudin dalam kasusnya ditunjukkan
dengan adanya tanda-tanda non verbal, ikon, indeks, simbol yang ada didalam
gambar karikatur tersebut.
Kesimpulan dalam penelitian ini Pemaknaan Karikatur ?Fulus Nazarudin
Untuk Petingi Demokrat? adalah pemaknaan gambar secara mendalam dari ikon,
indeks dan simbol pada gambar karikatur ini. Ikonnya karikatur Nazarudin, foto-foto
Anas, Andi, Edhie, kamera Polaroid, arloji, kursi sofa, kemeja, celana dan sepatu.
Indeks pada karikatur ini adalah tulisan ?Fulus Nazarudin Untuk Petinggi Demokrat.
Simbol nya adalah background berwarna biru dan gesture ekspresi wajah Nazarudin.