Abstract :
Penelitian ini didasarkan pada fenomena maraknya sinetron-sinetron
remaja maupun program acara televisi lainnya menampilkan cerita-cerita ataupun
adegan-adegan yang kurang mencerminkan nilai-nilai dan norma-norma budaya
ketimuran seperti perempuan merokok, pergi ke klab malam, narkoba, kehamilan
yang terjadi di luar nikah dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
sikap remaja terhadap pergaulan bebas remaja di Surabaya sesuai dengan
pendekatan Cultivation Theory atau Teori Kultivasi.
Metode yang digunakan adalah analisis koefisien korelasi Rank Spearman
yang termasuk dalam penelitian kuantitatif. Disini metode kuantitatif
menggunakan teori Kultivasi atau Cultivation Theory.
Hasil penelitian ini berdasarkan analisis data yang memiliki kesimpulan
bahwa tidak ada hubungan dari terpaan sinetron dengan sikap pergaulan bebas
remaja. Dalam penelitian ini merasa bahwa sikap pergaulan bebas tidak hanya
timbul dari kegemaran mereka menonton sinetron remaja yang ditayangkan di
televisi, akan tetapi juga dapat timbul dari lingkungan sekitar, keluarga, serta
pengaruh dari teman.