Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
agnes, widiarty
Subject
HD72 Economic growth, development, planning
Datestamp
2014-04-05 16:12:40
Abstract :
ABSTRAKSI
Proses otonomi daerah telah membawa kabupaten/kota untuk menata kembali
potensi daerah yang belum tertata secara efektif. Pemerintah Daerah perlu melakukan
kajian pengembangan wilayahnya sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan
dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi, perluasan kesempatan kerja, dan
peningkatan nilai tambah pengembangan kegiatan produktif lainnya, terutama untuk
mendukung peningkatan potensi dan daya saing daerah.
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui dari Sembilan sektor di Kota Batu
dan Kota Pasuruan manakah yang berpotensi mendorong laju pertumbuhan PDRB di
Jawa Timur.kesembilan sektor tersebut adalah, sektor pertanian, sektor
pertambangan, sektor industri pengolahan, sektor listrik, gas, dan air bersih, sektor
bangunan, sektor angkutan/komunikasi, sektor bank/keuangan/perum, dan sektor
jasa. Dalam menganalisis data digunakan metode kualitatif atau menganalisis
berdasarkan teori yang dibahas. Selain itu juga dengan metode kuantitatif dengan
analisis Location Quetient (LQ) dan analisis Shift-Share yang trdiri dari Potential
Regional, Proportional Shift, dan Differential Shift.
Dengan melihat hasil perhitungan LQ dan Shift-Share yang didapat maka
peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa selama tahun 2007-2010 menurut
perhitungan LQ Kota Batu tidak mengalami perubahan dalam sektor basis dan non-
basisnya. Begitu juga pada Kota Pasuruan yang selama tahun 2007-2010 tidak
mengalami perubahan dalam perhitungan LQnya. Menurut perhitungan Shift-Share
untuk Potential Regional , Kota Batu dan Kota Pasuruan pada tahun 2007-2010
terdapat beberapa sektor yang mempunyai nilai PR lebih kecil dari ?Q dan itu terjadi
dengan stabil tanpa banyak terjadi perubahan. Menurut perhitungan Shift-Share untuk
Proportional Shift, Kota Batu dan Kota Pasuruan pada tahun 2007-2010 nilai
terbesarnya sama-sama dimiliki oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran.
Perbedaan terjadi pada tahun 2008-2009 pada Kota Pasuruan, sektor yang memiliki
nilai PS tertinggi adalah sektor angkutan/komnikasi. Menurut perhitungan Shift-Share
untuk Differential Shift, sektor Kota Batu yang memiliki nilai terbesar adalah sektor
pertanian dan itu terjadi secara berturt-turut. Sedangkan untuk Kota Pasuruan sektor
yang memiliki nilai terbesar pada tahun 2007-2008 adalah sektor bangunan, pada
tahun 2008-2009 adalah sektor bank/keuangan/perum, dan pada tahun 2009-2010
adalah sektor jasa.
Kata Kunci: Sektor unggulan Kota Batu, Sektor unggulan Kota Pasuruan, PDRB
Kota Batu, PDRB Kota Pasuruan, PDRB Jawa Timur