Abstract :
Perencanaan pabrik aluminium chloride anhydrous ini diharapkan dapat
berproduksi dengan kapasitas 27.500 ton/tahun dalam bentuk kristal. Pabrik
beroperasi secara kontinyu berjalan selama 24 jam tiap hari dan 330 hari kerja
dalam setahun.
Aluminium chloride juga digunakan pada industri farmasi, industri tekstil,
industri kimia organik, industri pengolahan karet, dan industri minyak pelumas
(chemicalland21). Maka pendirian pabrik aluminium chloride di Indonesia
mempunyai peluang investasi yang menjanjikan dan mempunyai profitabilitas
yang cukup tinggi. Secara singkat, uraian proses dari pabrik aluminium chloride
sebagai berikut :
Pertama-tama aluminium scrap dichlorinasi pada furnace membentuk uap
aluminium chloride. Uap aluminium chloride kemudian di kondensasi pada
condenser, dikristalisasi pada crystallizer dan kemudian dipisahkan pada
centrifuge. Kristal kemudian dikeringkan pada rotary dryer, didinginkan dan
kemudian dihaluskan pada ball mill sebagai produk akhir.
Pendirian pabrik berlokasi di Manyar, Gresik dengan ketentuan :
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas
Sistem Organisasi : Garis dan Staff
Jumlah Karyawan : 194 orang
Sistem Operasi : Kontinyu
Waktu Operasi : 330 hari/tahun ; 24 jam/hari
Analisa Ekonomi :
* Massa Konstruksi : 2 Tahun
* Umur Pabrik : 10 Tahun
* Fixed Capital Investment (FCI) : Rp. 55.101.541.829
* Working Capital Investment (WCI) : Rp. 21.770.833.194
* Total Capital Investment (TCI) : Rp. 76.872.375.023
* Biaya Bahan Baku (1 tahun) : Rp. 56.284.232.4000
* Biaya Utilitas (1 tahun) : Rp. 8.680.252.226
- Steam = 6.784,5759 lb/hari
- Air pendingin = 198,21 M
3
/hari
- Listrik = 98,223kWh/hari
- Bahan Bakar = 12,9537 liter/hari
* Biaya Produksi Total (Total Production Cost) : Rp. 62.544.030.945
* Hasil Penjualan Produk (Sale Income) : Rp. 130.624.999.164
* Bunga Bank (Kredit Investasi Bank Mandiri) : 19%
* Internal Rate of Return : 27.66%
* Rate On Investment : 18.88%
* Pay Out Periode : 3,96 Tahun
* Break Even Point (BEP) : 30.32%