Abstract :
Pra rencana pabrik Ammonium Sulfat ini direncanakan beroperasi 330 hari
per tahun, dengan kapasitas produksi sebesar 80.000 ton / tahun. Bahan baku yang
digunakan adalah asam sulfat dan amonia.
Dari pertimbangan beberapa faktor, maka dapat ditentukan lokasi pabrik di
kawasan Gresik, Jawa Timur, dengan bentuk perusahaan perseroan terbatas (PT)
dan sistem organisasi garis dan staff dengan luas tanah 13.390 m
2
.
Pembuatan pabrik ammonium sulfat di Indonesia dirasakan sangat penting
khususnya dalam era industri kimia modern dewasa ini. Hal ini mengingat
pentingnya Ammonium sulfat sebagai bahan baku dari pupuk, sehingga dapat
menanggulangi masalah yang ada dan dapat menghemat devisa negara.
Proses pembuatan ammonium sulfat dari asam sulfat dan amonia
mempunyai 2 tahap penting yaitu tahap reaksi dan tahap pemisahan.
Pabrik Ammonium sulfat direncanakan mempunyai performance sebagai
berikut :
· Bentuk perusahaan : Perseroan Terbatas (PT)
· Sistem organisasi : Garis dan Staff
· Kapasitas produksi : 80.000 ton / tahun
· Waktu operasi : 1 hari 24 jam, 330 hari
· Jumlah tenaga kerja : 96 orang
· Jumlah bahan baku
Asam sulfat : 59.379.446 kg/ tahun
Amonia : 19.785.672 kg / tahun
· Utilitas
Air : 924 m
3
/ hari
Bahan bakar : 11.066.765 kg / hari
Dari pertimbangan analisa ekonomi yaitu dengan menggunakan metode
discounted Cash Flow, maka diperoleh data sebagai berikut :
a. Pembiayaan
· Modal tetap ( FCI ) : Rp276.918.764.042
· Modal kerja ( WCI ) : Rp145.429.289.670
· Modal total ( TCI ) : Rp422.348.053.712
b. Penerimaan
· Hasil penjualan : Rp.1.083.200.000.000
c. Rentabilitas perusahaan
· Waktu pengembalian modal (POT) : 4 tahun
· IRR : 22 %
· Titik impas (BEP) : 34,22%