Abstract :
Berdasarkan Fenomena Bahwa adanya suatu kondisi dimana Sampah
yang menumpuk, tercecer dan mengganggu di TPS Kemiri, Kabupaten
Sidoarjo diprotes warga setempat. Kondisi sampah menggunung karena belum
dipindahkan dari TPS ke TPA. Warga sekitar juga protes bau busuk yang
ditimbulkan dan kondisinya berceceran di jalan menuju pemukiman warga
sejarak 200 meter itu. Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui Peran
Dinas Kebersihan dan Pertamanan dalam Pelaksanaan Pengelolaan sampah di
TPS kemiri Kabupaten Sidoarjo.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Peran DKP
dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di TPS Kemiri Kabupaten Sidoarjo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif
yang memiliki satu variabel yaitu tentang Peran dinas Kebersihan dan
Pertamanan dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di TPS Kemiri Kabupaten
Sidoarjo
Berdasarkan Hasil dari penelitian dan pembahasan maka menghasilkan
kesimpulan 1). Peran Dinas Kebersihan dan Pertamanan dalam melaksanakan
kebersihan, pengumpulan sampah dari tempat TPS Kemiri ke TPA belum
optimal karena belum dapat membersihkan sampah yang terkumpul dari warga
desa kemiri dan dimasukkan ke bak sampah di TPS yang berjumlah 3 bak
dengan volume berlebihan sehingga tercecer. 2).Peran Dinas dalam memenuhi
jadwal rit belum optimal karena yang seharusnya 6 rit/hari hanya dipenuhi 2 rit
setiap hari dan ditambah 1 rit untuk hari setelah libur, hal ini dikarenakan
jumlah armada yang terbatas karena ada yang rusak. Peran dalam melaksanakan
pengangkutan sesuai jadwal rit tidak bisa dipenuhi karena kewenangan
menambah armada bukan kewenangan dinas. 3).Peran Dinas dalam
melaksanakan pemanfaatan dalam pemanfaatan sampah di TPS kemiri tidak
optimal karena tidak melakukan pemanfaatan secara langsung tetapi melakukan
pembinaan dalam bentuk penyuluhan kepada warga desa kemiri dalam proses
komposting dan pemilahan sampah yang bernilai jual serta tidak melarang
pemulung mengambil dan memanfaatkan sampah di TPS kemiri dan di TPA.
4).Peran Dinas dalam pemusnahan sampah di TPS kemiri belum optimal karena
hanya dilakukan dengan cara membakar sampah di jika volumenya melebihi
batas pada musim kemarau dan tidak memiliki alat pemusnahan sampah untuk
TPS kemiri 5).Peran Dinas dalam melaksanakan penertiban dan pengawasan
dalam kelangsungan TPS kemiri tidak optimal karena tidak dilakukan secara
rutin dan terjadwal hanya dilakukan apabila ada keluhan dari masyarakat baru
dilakukan pengawasan.