Abstract :
Permasalahan yang timbul pada pembuatan sirup glukosa pemurnian
konvensional adalah DE nya rendah, karena proses pemurniannya itu mungkin
belum sempurna sehingga komponen pengkotor masih ada. Proses pemurnian
konvensional melalui beberapa tahap yaitu mulai dari karbon aktif untuk
menghilangkan bau, warna, kotoran. Proses penukaran ion untuk memisahkan
ion-ion logam, dan proses penguapan untuk mendapatkan sirup glukosa dengan
kekentalan yang dikehendaki. Tetapi dengan proses oemurnian konvensional ini
hasilnya belum efektif. Oleh karena itu salah satu untuk mengatasi kendala
tersebut adalah dengan penerapan teknologi membran. Membran yang
digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membran ultrafiltrasi.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai tekanan
dan waktu operasi dengan membran ultrafiltrasi. Penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 2
kali ulangan, faktor I adalah tekanan operasi (2.34, 2,3 dan 2,44 bar) dan faktor
II adalah waktu operasi (60, 90 dan 120 menit).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada
perlakuan Tekanan operasi 2,44 bar dan waktu operasi 120 menit yang
menghasilkan nilai DE = 54.76%, kadar gula reduksi= 42.68%, viskositas
relatife=1.3872 cps, tingkat kecerahan = 31.7425%, kesukaan rasa=146,
kesukaan warna=172, kesukaan aroma = 138, dan fluks= 275.00. hasil analisis
finansial pada perlakuan terbaik menunjukkan nilai BEP sebesar 22.30% dari
total produksi, NPV sebesar Rp. 6.631.558 dan Payback Period 3.2 dengan
Benefit Cost Ratio sebesar 1.0043 dan IRR 23.618 % (dengan tingkat suku
bunga 20%).