Abstract :
Biji lamtoro gung (Leucaena leucocephala) memiliki kandungan
protein sekitar 30-40% dengan kandungan asam amino yang menyerupai
kedelai dapat sebagai alternatif untuk menggantikan produk pekatan
kedelai dalam bentuk konsentrat protein biji lamtoro gung.Pembuatan
konsentrat protein dapat dilakukan melalui hidrolisis secara enzimatis.
Hidrolisis secara enzimatis lebih menguntungkan dibandingkan secara
kimiawi karena dapat menghasilkan asam-asam amino bebas dan peptida
dengan rantai pendek yang bervariasi. Penggunaan enzim dari
pemanfaatan limbah kulit nenas yang mengandung enzim bromelin akan
memberikan keuntungan memudahkan aplikasinya dalam pembuatan
konsentrat protein dan biaya yang lebih murah. Konsentrasi enzim dan
lama inkubasi berpengaruh terhadap kadar protein. Semakin tinggi
konsentrasi enzim dan semakin lama inkubasi yang ditambahkan maka
kadar protein juga semakin banyak. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara perlakuan konsentrasi
enzim protease (bromelin) dan lama inkubasi untuk menghasilkan
konsentrat protein biji lamtoro gung.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola
faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor 1 konsentrasi enzim
limbah kulit nenas 0 mg/100g, 40 mg/100g, 80 mg/100g dan 100
mg/100g. Faktor II lama inkubasi 24 jam dan 48 jam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah pada
perlakuan konsentrasi enzim limbah kulit nenas 100mg/100gr dengan
lama inkubasi 48 jam yang menghasilkan sifat fungsional konsentrat
protein dengan rendemen protein 103,90%, densitas kamba 0,61g/ml,
daya serap air 4,15 ml/g, daya serap minyak 1,3 ml/g, kapasitas dan
stabilitas emulsi 45,75%, kapasitas buih 8%.
Kata Kunci : Konsentrat protein, biji lamtoro gung, enzim limbah kulit
nenas, lama inkubasi