Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
QUINTHARIA , RIZKYTA HARTINI
Subject
P94.7 Interpersonal communication
Datestamp
2014-04-22 04:07:09
Abstract :
Sebuah kebanggan bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah Miss World 2013, dimana 130 duta bangsa akan berkompetisi untuk meraih mahkota Miss World 2013. Seluruh Kontestan telah tiba di Bali dan siap untuk mewakili negaranya untuk
menjadi yang terbaik. Inilah saatnya juga bagi Indonesia untuk menunjukan keiindahannya pada dunia melalui Miss World 2013. Kali ini kita patut berbangga bahwa Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaran Miss World ke- 63. Inilah
kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukan keindahan alam, budaya, serta keberadaan wanita Indonesia dimata dunia.
Metode yang digunakan adalah Studi Deskriptif Kualitatif. Metode eskriptif adalah metode penelitian yang hanya memaparkan situasi, menggambarkan atau melukiskan subjek atau objek penelitian berdasarkan fakta fakta yang tampak
sebagaimana adanya. Informan dalam penelitian ini adalah Masyarakat yang tinggal di Bali seperti : Tokoh Agama ( Muslim, Hindu ), Tokoh Adat , Masyarakat Umum (dewasa, punya KTP bali ) dan Orang orang yang tinggal disekitar tempat pelaksanaan kontes tersebut. Dalam penelitian kualitatif tidak dipersoalkan dengan sejumlah sample yang dipergunakan karena bilamana dalam proses pengumpulan data sudah
tidak ditemukan lagi variasi informasi maka tidak perlu lagi mencari informan baru dan proses pencarian informasi dianggap selesai.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa persepsi masyarakat Bali setelah Kontes Miss World 2013 di gelar, merupakan suatu hal yang luar biasa.
Karena dengan adanya kontes Miss World tersebut sebuah kebanggan bagi Indonesia untuk menjadi Tuan rumah Miss World 2013, dimana 130 peserta duta bangsa akan berkompetisi. Kontes Miss World yang diadakan di Bali tidak lah sama dengan Kontes kontes yang di perdebatkan oleh ormas ormas jika kontes Miss World identik atau disamakan dengan kontes bikini. Tetapi di pandang secara agama dengan adanya
kontes Miss World itu sah sah saja dilaksanakan. dengan adanya penentangan yang dikeluarkn oleh ormas ormas tersebut tidaklah berpengaruh bagi masyarakat Bali
karena masyarakat menanganggap hal itu hal yang tabu. Dengan menganggap ormas itu hanya akal akalan manusia saja.