Abstract :
Dunia bisnis dewasa ini mengalami tekanan-tekanan yang sangat berat.
Lingkungan disekitar organisasi semakin kompleks dan bergejolak akibat kemajuan di
bidang teknologi, komunikasi dan transportasi. Untuk dapat terus bertahan di tengah
kondisi yang ada, maka perusahaan harus memiliki strategi-strategi yang jitu dalam
menyikapinya. Dalam hal ini manajemen semakin dituntut untuk memiliki
pengetahuan di dalam mendeteksi kapan perubahan kondisi membutuhkan tanggapan
strategis. Karena itu sangat dibutuhkan suatu sistem informasi yang mampu
menangkap, mencipta dan memanipulasi informasi internal dan eksternal secara
efektif. Dengan meningkatnya kebutuhan informasi tersebut maka pemanfaatan
teknologi informasi (TI) dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif bagi
perusahaan untuk dapat bersaing (Barney, 1991; Clemons, 1986; 1991 Clemons and
Kimbrough, 1986; Ives 1990 dalam sabihaini, 2002). Berdasarkan latar belakang
tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris adanya partisipasi
pemakai dan dukungan manajemen puncak mempengaruhi pengembangan sistem
informasi akuntansi.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh yang terlibat
dalam penggunaan Sistem Informasi Akuntansi guna memperlancar pelaksanaan
pekerjaan mereka sejumlah 27 orang. Variabel yang digunakan adalah partisipasi
pemakai, dukungan manajemen puncak dan pengembangan sistem informasi
akuntansi sebagai variabel terikat. Untuk menjawab perumusan masalah, tujuan dan
hipotesis, analisis yang digunakan adalah linier berganda.
Berdasarkan analisis linier berganda menyimpulkan bahwa hanya dukungan
manajemen puncak yang berpengaruh signifikan (positif) terhadap pengembangan
sistem informasi akuntansi.