Abstract :
Kualitas audit telah menjadi isu penting bagi profesi akuntan. Banyak kritik dari
pemakai laporan keuangan, pemerintah, dan pihak lain yang berkepentingan tentang kualitas
jasa audit. Kritik-kritik tersebut memberikan sinyal yang mengindikasikan adanya
ketidakpuasan terhadap kualitas jasa yang diberikan profesi akuntan, sehingga banyak
tekanan dari pihak luar untuk memonitor pekerjaan dan peningkatan kualitas proses audit.
Dalam penelitian ini jumlah anggota sampel yang digunakan 36 responden dengan 3
variabel bebas yaitu etika (X1), independensi (X2) dan keahlian (X3) serta 1 variabel terikat
yaitu profesionalisme auditor (Y) .Teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive
sampling. Untuk menjawab perumusan masalah, tujuan dan hipotesis penelitian, analisis yang
digunakan adalah analisis Regresi Linier Berganda.
Pengukuran yang digunakan dalam variabel bebas dan variabel terikat menggunakan
skala interval, sedangkan teknik pengukurannya menggunakan semantic differential.
Penelitian ini menggunakan data primer yang berbentuk kuesioner yang dikirimkan langsung
kepada para auditor di Kantor Akuntan Publik di Surabaya Timur. Data yang diperoleh dari
instrumen penelitian tersebut kemudian diolah dengan menggunakan Regresi Linier
Berganda sebagai alat ujinya.
Dari hasil analisis diperoleh bahwa etika, independensi dan keahlian secara simultan
berpengaruh terhadap profesionalisme auditor. Sedangkan secara parsial variabel etika dan
independensi berpengaruh terhadap profesionalisme auditor, tetapi untuk keahlian tidak
berpengaruh terhadap profesionalisme auditor.