Abstract :
Ludruk adalah kesenian drama tradisional dari Jawa Timur yang
merupakan drama tradisonal yang mengangkat kehidupan rakyat sehari-hari.
Kesenian rakyat yang berasal dari Jombang ini, menjadi maskot budaya khas
Surabaya. Dan menjadi sangat populer di Surabaya sejak zaman revolusi.
Eksistensi Ludruk tergeser oleh kebudayaan modern, yang semakin berkembang
pesat. Dan juga akibat pengaruh fasilitas gedung pagelaran di Surabaya yang
tidak representative.
Pusat Kesenian Ludruk Di Surabaya adalah suatu tempat ataupun sarana
dimana suatu bentuk nilai keindahan dari kesenian Ludruk yang berasal dari
ekspresi manusia dapat ditampilkan di tempat ini, Pusat Kesenian Ludruk
Surabaya digunakan untuk melakukan pagelaran dan pengembangan pada
seniman yang berbakat dan masyarakat yang berminat dengan kesenian Ludruk.
Pada proyek objek perancangan Pusat Kesenian Ludruk Surabaya ini
memiliki jenis bangunan hiburan sehingga dalam prencanaan pada kawasan kota
termasuk dalam peruntukkan fasilitas umum. Ludruk merupakan suatu budaya
yang sangat erat hubungannya dengan Surabaya, maka dari itu peletakan proyek
objek rancang berada di kawasan Surabaya yang memiliki nilai histories
Surabaya.
Tampilan pada proyek Pusat Kesenian Ludruk Surabaya menggunakan
tampilan bangunan kolonial. Tampilan bangunan disesuaikan dengan filosofi dari
kesenian ludruk dan juga lpengaruh letak site yang dekat dengan bangunan yang
bergaya kolonial, serta objek rancang sendiri memiliki unsur tradisional karena
kembali dengan fungsi semula yang merupakan fasilitas umum yang lebih
condong ke arah budaya.
Kata Kunci : Pengembangan, Pagelaran, Ludruk