Abstract :
Berlakunya Asean Free Trade Area (AFTA) pada tahun 2003, menyebabkan
perusahaan disetiap Negara khususnya di wilayah ASEAN dihadapkan pada situasi
persaingan global. Dalam hal ini perusahaan jasa menghadapi persaingan khusus
karena adanya perbedaan kualitas diantara pekerja yang satu dengan pekerja yang
lainnya. Total Quality Management (TQM) merupakan suatu sistem yang dapat
dikembangkan menjadi pendekatan dalam menjalankan usaha untuk
memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk,
jasa, tenaga kerja, proses dan lingkungannya Teknik Total Quality Management harus
diikuti dengan penerapan sistem pengukuran kinerja dan penghargaan dalam bagian
pekerjaan untuk meningkatkan kualitas kiinerja sehingga dapat berguna sebagai
sarana pengembangan karir serta meningkatkan efektifitas pekerjaan strategis dengan
cepat dan dapat meningkatkan kinerja manajer dan karyawan Penelitian ini ingin
membuktikan efektifitas penerapan Total Quality Management (TQM) dengan sistem
pengukuran kinerja dan sistem penghargaan sebagai variabel moderating dalam
mempengaruhi kinerja manajerial pada PT. Dharma Lautan Utama Surabaya
Sampel yang digunakan dalam penelitan ini 31 responden (seluruh manajer
mulai dari top manager, middle manager, dan lower manager PT. Dharma Lautan
Utama, Surabaya), Sedangkan sumber data yang digunakan berasal dari jawaban
kuisioner yang disebar pada 31 responden tersebut dan kuesioner tersebut terdiri dari
27 pernyataan yang dibagi menjadi 4 bagian. Data yang diperoleh dianalisis dengan
menggunakan Uji Residual
Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 yang menyatakan
kesesuaian penerapan TQM dan sistem pengukuran kinerja sebagai variabel
moderating berpengaruh terhadap kinerja manajerial pada PT. Dharma Lautan Utama
Surabaya, tidak teruji kebenarannya, dan hipotesis 2 yang menyatakan kesesuaian
penerapan TQM dan sistem penghargaan sebagai variabel moderating berpengaruh
terhadap kinerja manajerial pada PT. Dharma Lautan Utama Surabaya, teruji
kebenarannya.