Abstract :
Kecerdasan emosional mampu melatih kemampuan mahasiswa dalam mengelola
perasaan, memotivasi diri, tegar dalam menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan
dan menunda kepuasaan sesaat, mengatur suasana hati yang reaktif, serta mampu
berempati dan bekerja sama dengan orang lain. kecerdasan spiritual adalah landasan
yang diperlukan untuk memfungsikan kecerdasan intelektual dan kecerdasan
emosional secara efektif dan merupakan kecerdasan tertnggi yang dimiliki oleh
manusia. Hal ini berarti orang yang memiliki Kecerdasan Spiritual akan mewujudkan
dalam perilaku yang luhur. Perilaku belajr didefinisikan sebagai kebiasaan belajar.
Kebiasaan belajar yang jelek disebabkan oleh kurangnya kesadaran mahasiswa
mengenai makna belajar di perguruan tinggi, sehingga mahasiwa tersebut merasa
frustasi dalam menjalankan proses belajar.
Penelitian ini dilakukan pada 59 mahasiswa akuntansi Universitas Pmbangunan
Nasional ?VETERAN? Jawa Timur pada angkatan 2009 dengan data primer berupa
kuesioner. Alat analisis yang digunakan adalah regresi. Hasil analisis kemudian di
analisis dengan uji asumsi klasik serta uji F dan uji t statistik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan
spiritual tidak bepengaruh signifikan terhadap stres kuliah dan perilaku belajar
mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap stres kuliah. Variabel kecerdasan
emosional, keerdasan spiritual dan perilaku belajar mempunyai pengaruh positif
terhadap stress kuliah yang artinya menunjukkan perubahan yang searah dari setiap
variabel dan setiap perubahan variabel sebesar satu satuan akan meningkatkan
variabel stres kuliah. Dengan asumsi pengaruh tiap variabel adalah konstan/tidak
berubah.