Abstract :
Laporan keuangan merupakan suatu data keuangan perusahaan yang
menyediakan informasi mengenai kondisi perusahaan. Salah satu informasi yang
sangat penting untuk pengambilan keputusan adalah laba. Pentingnya informasi
laba ini disadari oleh pihak manajemen terutama perusahaan yang kinerjanya
diukur atas informasi tersebut sehingga cenderung mendorong manajemen
melakukan disfunctional behaviour (perilaku tidak semestinya). Adapun bentuk
perilaku yang tidak semestinya yang timbul dalam hubungannya dengan laba
adalah praktek perataan laba atau income smoothing. Penelitian ini bertujuan
untuk menguji apakah ukuran perusahaan, net profit margin dan profitabilitas
berpengaruh terhadap tindakan perataan laba pada perusahaan otomotif yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan
keuangan selama tahun 2009-2011 yang di dapat dari Bursa Efek Indonesia.
Sampel yang digunakan sebanyak 13 perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI.
Dalam penelitian ini, perusahaan dikelompokkan terlebih dahulu mana yang
termasuk perata laba dan bukan perata laba dengan menggunakan indeks Eckel.
Untuk pengujian hipotesis dilakukan dengan uji regresi logistik.
Dari hasil uji regresi logistik dapat disimpulkan bahwa baik secara simultan
maupun parsial, ukuran perusahaan, net profit margin dan profitabilitas tidak
berpengaruh terhadap perataan laba. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan
masing-masing variabel lebih besar dari 0,05. Sehingga hipotesis yang
menyatakan bahwa Ukuran perusahaan, Net Profit Margin dan Profitabilitas
secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap tindakan perataan laba pada
perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tidak terbukti
kebenarannya.