Abstract :
PT. KEN PUTRA yang merupakan perusahaan PMA Jepang bergerak di
bidang Industri Pengolahan Ikan (Marine Product) yang berlokasi di Beji -
Pasuruan Jawa Timur. Produk utama perusahaan kami pengolahan Sirip Ikan Hiu
(Dry / Frozen Shark Fins), dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik
dan permintaan sirip ikan hiu, yang dimana hasil produksinya sebagian besar di
pasarkan ke pasar iternasional, oleh karena itu dibutuhkan karyawan yang mampu
memberikan kontribusi yang terbaik. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan
sebelumnya ditemukan fenomena yang terjadi pada perusahaan. Rendahnya
kesadaran karyawan dalam memenuhi tuntutan kerja yang diberikan serta ketidak
mampuan atasan dalam memberikan pelatihan, motivasi dan sarana lingkungan
kerja yang baik menunjukan dampak negatif pada perusahaan. Hal ini dapat
dilihat dari data hasil absensi yang dikumpulkan selama lima tahun terakhir 2007
? 2011 dimana setiap tahunnya jumlah absensinya meningkat. Adanya
kekurangan-kekurangan tersebut mengindikasikan terjadinya penurunan kinerja
karyawan pada perusahaan PT. KEN PUTRA Pasuruan dan tidak sesuai dengan
harapan perusahaan untuk menjadikan pegawai yang kreatif, inovatif, berkualitas
dan tanggap terhadap perubahan yang terjadi. Berdasarkan latar belakang
tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja Karyawan Unit
Produksi PT. KEN PUTRA Pasuruan.
Peneltian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan
menyebarkan kueisioner kepada 205 responen dan layak olah 136 responden
dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Teknik analisis yang di
gunakan adalah Partial Least Square (PLS) untuk mengetahui kausalitas antar
variabel yang di analisi.
Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat diperoleh kesimpulan bahwa
Faktor pelatihan berpengaruh positif terhadap faktor kinerja, dapat diterima atau
signifikan (positif), faktor motivasi berpengaruh positif terhadap faktor kinerja,
dapat diterima atau signifikan (positif). Dan faktor lingkungan kerja berpengaruh
positif terhadap faktor kinerja, dapat diterima atau signifikan (positif). Artinya,
model konseptual yang dikembangkan dan dilandasi oleh teori tidak sepenuhnya
didukung oleh fakta.