Abstract :
Initial Public Offering merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk
mendapatkan dana dari masyarakat pemodal dengan cara menjual saham. Di pasar
modal aktifitas Initial Public Offering syarat dengan fenomena underpricing.
Underpricing adalah kondisi harga saham saat di pasar perdana lebih rendah dari harga
saham saat di pasar sekunder. Kondisi ini memang menguntunggan bagi investor namun
sangat tidak menguntungkan bagi perusahaan karena dana yang diperoleh menjadi tidak
maksimal. Atas dasar pemikiran tersebut penelitian ini bertujuan untuk memperoleh
informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat underpricing pada
perusahaan yang melakukan Initial Public Offering di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
tahun 2009 sampai dengan 2011. Faktor-faktor tersebut adalah Debt to Equity Ratio
(DER), Return On Equity (ROE), reputasi underwriter, ukuran perusahaan (SIZE), dan
umur perusahaan.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari situs BEI dan
ICMD. Dengan metode purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 38 perusahaan
non finance dari populasi sebanyak 41 perusahaan. Untuk memenuhi tujuan penelitian
data diuji metode regresi berganda dengan signifikansi 5%.
Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa hanya variabel Return On
Equity (ROE) yang memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap underpricing. Untuk
variabel Debt to Equity Ratio (DER) dengan arah negatif, reputasi Underwriter dengan
arah negatif, ukuran perusahaan (SIZE) dengan arah negatif, dan umur perusahaan
dengan arah positif, keempat variabel tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap underpricing.