Abstract :
Perusahaan Pertambangan di Indonesia menjadi sasaran utama bagi para
investor. Hal ini dikarenakan harga saham yang terus meningkat. Memilih industri
pertambangan sebagai obyek penelitian karena industri ini memiliki kemungkinan
terbesar untuk berkembang sebagaimana fakta bahwa negara Indonesia memiliki
banyak sumber daya alam yang dapat menarik minat para investor untuk
menanamkan modalnya tapi beberapa perusahaan pertambangan mengalami
fluktuasi harga saham dan cenderung mengalami penurunan. Oleh karena itu,
peneliti melakukan penelitian terhadap perusahaan pertambangan apakah
penyebab dari masalah itu. Atas dasar pemikiran tersebut, penelitian ini bertujuan
untuk memperoleh informasi tentang pengaruh Current Ratio, Debt to Equity
Ratio, dan Return On Assets terhadap harga saham perusahaan pertambangan di
Bursa Efek Indonesia.
Data yang digunakan penelitian ini adalah data sekunder yaitu berupa
laporan keuangan yang diterbitkan setiap tahun pada perusahaan di Bursa Efek
Indonesia mulai tahun 2008 sampai 2011. Untuk memenuhi tujuan penelitian ini
menggunakan analisa regresi linier berganda. Penggunaan teknik analisis ini
dilakukan dengan alasan karena penelitian ini berusaha untuk mengetahui ada atau
tidak pengaruh antara beberapa variabel bebas dengan variabel terikat karena
secara teoritis keduanya mempunyai hubungan fungsional atau memiliki
pengaruh.
Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan analisa regresi linier
berganda, maka dapat disimpulkan bahwa : Current Ratio dan Debt to Equity
Ratio secara parsial tidak berpengaruh signifikan dan negatif sehingga tidak dapat
meningkatkan harga saham, sedangkan Return On Assets secara parsial
berpengaruh signifikan dan positif sehingga dapat meningkatkan harga saham.