Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
RATNA JUWITA, FEBRIANA NAIBAHO
Subject
TP155 Chemical engineering
Datestamp
2014-05-06 05:57:52
Abstract :
Pencemaran pada tanah dan perairan dari dampak pembuangan limbah industri menjadi salah satu masalah lingkungan yang kini banyak mendapat perhatian masyarakat. Hal ini dikarenakan kandung logam-logam berat seperti Pb,Cd, dan Cr yang bersifat toksik bagi lingkungan. Salah satu upaya agar
lingkungan tidak semakin rusak akibat pencemaran limbah industri maka harus dilakukan pemberian asam humat pada lingkungan yang tercemar. Asam humat merupakan senyawa hasil proses penguraian dan modifikasi sisa organisme (tanaman dan hewan) di dalam tanah yang berfungsi untuk mengadsorbsi logam berat. Asam humat didapatkan dari proses ekstraksi dengan bahan baku organik dan pelarut alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi asam humat dari kompos dan endapan tambak ikan melalui proses leaching dengan mencari
kondisi optimum proses yaitu jenis pelarut dan konsentrasi pelarut.
Penelitian ini dilakukan dengan 3 tahap. Tahap I yaitu dengan proses ekstraksi dengan bahan baku endapan tambak ikan dan kompos dan pelarut NaOH dan KOH serta variasi konsentrasi NaOH dan Koh ( 0,1N;0,2N;0,3N;0,4N;0,5N ).
Sedangkan tahap II adalah proses isolasi asam humat yang masih mengandung asam fulfat dan tahap III adalah pemurnian asam humat.
Berdasarkan Penelitian yang dilakukan maka di dapatkan, hasil terbaik pada proses ekstraksi asam humat sebesar 33% dengan pelarut NaOH 0,1N , dan kadar asam humat yang paling rendah yaitu 14,8 % dengan pelarut KOH. Selanjutnya,pada bahan baku endapan tambak ikan diperoleh kadar asam humat yang paling tinggi yaitu 8,56 % dengan pelarut KOH 0,1N , dan kadar asam humat yang paling rendah yaitu 5,11 % dengan pelarut NaOH. Hal ini menunjukkan bahwa dibandingkan endapan tambak ikan, kandungan asam humat pada kompos lebih