Abstract :
Pemanfaatan tempurung kelapa agar memiliki nilai guna, ekonomis, dan tidak mencemari lingkungan adalah dengan mengkonversikannya dalam bentuk asap cair melalui proses pirolisis. Asap cair merupakan asam cuka yang dapat diperoleh melalui proses pirolisis dari bahan yang mengandung komponen selulosa, hemiselulosa dan lignin. Asap cair mempunyai berbagai sifat fungsional. Fungsi terutama adalah untuk memberi flavor dan warna yang diinginkan pada produk asapan yang diperankan oleh senyawa fenol dan karbonil. Fungsi selanjutnya yaitu dalam pengawetan karena kandungan fenol dan asam yang berperan sebagai antibakteri dan antioksidan.
Metode yang digunakan sebagai acuan dalam analisa pengujian atau penelitian ini adalah dengan studi literatur, hasil dari analisa pengujian atau penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan kapasitas pada asap cair dengan bentuk kondensor yang berbeda. Dalam penelitian ini menggunakan biomassa tempurung kelapa dengan suhu 2500C.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas hasil asap cair pada kondensor serpentine lebih banyak dibanding kondensor spiral. Hal ini disebabkan karena pada kondensor serpentine hambatannya lebih besar dibanding pada kondensor spiral.