Abstract :
Pasar modal sebagai suatu instrument ekonomi tidak dapat lepas dari
berbagai pengaruh lingkungan, baik lingkungan ekonomi maupun non ekonomi.
Peristiwa-peristiwa politik seperti adanya pergantian pemerintahan, pengumuman
kabinet menteri, kerusuha politik pemilihan presiden akan sangat mempengaruhi
harga dan volume perdagangan saham di bursa efek (pasar modal). Hal ini
dikarenakan peristiwa politik berkaitan erat dengan kestabilan perekonomian
suatu negara. Salah satu peristiwa politik yang dapat diuji kandungan
informasinya terhadap aktivitas bursa efek adalah adanya pemilihan presiden RI
secara langsung pada tanggal 8 Juli 2009. Penelitian ini bertujuan untuk menguji
adanya perbedaan abnormal return saham dan volume perdagangan saham
perusahaan antara periode sebelum dan sesudah pemilihan presiden RI.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari 30
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan anggota dari Jakarta
Islamic Index di tahun 2009, yang terdiri dari harga saham harian, volume
perdagangan saham, dan Indeks Harga Saham Gabungan harian selama 7 hari
sebelum dan 7 hari sesudah pemilihan presiden RI. Analisis statistik yang
digunakan adalah uji beda dua sampel berpasangan (paired sample t-test) dengan
menggunakan program SPSS.
Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa dari 15 periode pengamatan
terdapat signifikansi reaksi pasar atau abnormal return saham pada 4 periode
sebelum (t-4, t-3, t-2, t-1) dan 2 periode setalah (t+6, t+7) pemilihan presiden RI
tanggal 8 Juli 2009. Disimpulkan pula bahwa tidak terdapat perbedaan yang
signifikan dalam abnormal return dan volume perdagangan antara periode 7 hari
sebelum dengan 7 hari sesudah peristiwa pemilihan presiden RI tanggal 8 Juli
2009, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan dalam abnormal return saham dan volume perdagangan antara periode
7 hari sebelum dengan 7 hari sesudah pemilihan presiden RI tanggal 8 Juli 2009
tidak terbukti kebenarannya.