Abstract :
ANALISIS PENGARUH VARIABEL-VARIABEL AKUNTANSI
TERHADAP BETA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Oleh :
Elok Rachmania
ABSTRAK
Salah satu tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi kepada
investor agar laporan keuangan dapat berguna dalam pengambilan keputusan
investasi. Keputusan investor untuk menanamkan modalnya pada satu sekuritas
atau portofolio tidak dapat dipisahkan dari harapan investor untuk memperoleh
keuntungan atas investasi yang dilakukannya. Keputusan investasi yang
menyangkut masa depan bersifat tidak pasti sehingga didalamnya mengandung
unsur risiko bagi investor. Risiko yang relevan dalam suatu investasi yang
didiversifikasi dengan baik adalah risiko pasar atau risiko sistematis dan
dinyatakan dalam bentuk beta saham. Jika informasi laporan keuangan diharapkan
berguna bagi pengambilan keputusan investasi, maka informasi laporan keuangan
dalam bentuk variabel-variabel akutansi dapat digunakan untuk menilai beta
saham. Adapun variabel-variabel akuntansi yang digunakan adalah dividend
payout, asset size, earnings variability, total asset turn over, dan asset
growth,dengan tujuan untuk menguji pengaruh variabel-variabel akuntansi yang
disajikan dalam laporan keuangan terhadap beta saham sebagai cerminan risiko
pada perusahaan manufaktur yang ada di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan sampel 19 perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2004-2008 dan telah memenuhi
kriteria tertentu. Analisis data dengan menggunakan model regresi linear berganda
menunjukkan nilai koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0.046. Pengujian
statistik dengan menggunakan uji F pada taraf signifikansi 5% menunjukkan
bahwa keseluruhan variabel akuntansi dalam penelitian ini secara simultan
memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan beta saham. Sedangkan
pengujian statistik dengan menggunakan uji-t, menunjukkan bahwa hanya
variabel asset growth yang mempunyai hubungan signifikan dengan beta saham
pada taraf 10% sedangkan variabel lainnya seperti dividend payout, asset size,
earnings variablity dan total asset turn over tidak signifikan menjelaskan
hubungannya dengan beta saham.
Hasil penelitian ini membawa implikasi bahwa laporan keuangan belum bisa
digunakan sepenuhnya sebagai sumber informasi yang reliable bagi investor.
Adanya kecenderungan investor menggunakan analisis teknikal atau analisis
fundamental makro ekonomi sebagai acuan dalam menilai beta saham sebagai
cerminan dari risiko investasi.
Keywords : Beta Saham, Dividend Payout, Asset Size, Earning Variability,
Total Asset Turn Over dan Asset Growth.