Abstract :
Bursa efek atau pasar modal mempunyai peranan penting baik bagi badan
usaha, investor maupun pemerintah. Dalam pasar modal, investor memainkan
peranan sentralnya yaitu dengan membeli dan menjual saham atau surat-surat
berharga lainnya melalui perusahaan-perusahaan efek yang terdaftar resmi di
bursa. Sebelum menginvestasikan dananya investor perlu melakukan analisis
terhadap kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Dalam hal ini
penilaian kinerja perusahaan dapat diukur dengan rasio keuangan yaitu meliputi :
Return On Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Debt Ratio (DR).
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 4 perusahaan
Tobacco Manufacturers yang go public dan terdaftar di PT Bursa Efek Indonesia
tahun 2005 ? 2008, sedangkan jenis data yang digunakan adalah data sekunder
menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk tiga predictor, akan
tetapi agar diperoleh hasil penelitian yang baik, maka dilakukan trimming
(membuang) variabel Debt Ratio, karena memiliki nilai VIF paling besar.
Berdasarkan hasil perhitungan dan pengolahan data, dapat diketahui
Return On Assets dan Debt to Equity Ratio secara simultan tidak memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap Harga Saham. Pernyataan ini didasarkan pada
hasil pengujian secara simultan dengan menggunakan uji F yang menghasilkan
nilai signifikan lebih besar dari 0,05 yaitu 0,111. Dari hasil uji t secara parsial
diketahui bahwa Return On Assets dan Debt to Equity Ratio tidak memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap Harga Saham. Return On Assets dengan sig
0,056 > nilai ? (0,05), Debt To Equity Ratio dengan nilai sig. 0,111 > nilai ?
(0,05), maka variabel Debt To Equity Ratio tidak mempunyai pengaruh secara
parsial terhadap Harga Saham.