Abstract :
PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL
DAN RESIKO SISTEMATIS TERHADAP HARGA SAHAM
PADA PERUSAHAAN TEKSTIL
YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK INDONESIA
Oleh :
OCKYVIDYA KURNIAWAN
Abstrak
Krisis keuangan global telah berdampak negatif pada perkonomian dunia.
Efek negatif dari resesi ekonomi global ini bagi peindustrian tekstil di Indoneisa
yaitu menurunnya ekspor ke negara lain, kerusakan infrastruktur, menurunnya
daya beli masyarakat, kalah bersaing dengan barang import, mahalnya harga
bahan baku, dan berfluktuasinya harga saham perusahaan tekstil yang go public di
Bursa Efek Indonesia. Perusahaan harus berani memainkan harga sahamnya agar
menarik para investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham yaitu faktor internal
sebagai faktor fundamental yang berasal dari dalam perusahaan dan dapat
dikendalikan oleh manajemen perusahaan, dan faktor eksternal yang bersifat
makro seperti situasi politik dan keamanan, perubahan nilai tukar mata uang, naik
turunnya suku bunga bank dan lain-lain.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 8 perusahaan tekstil
yang telah Go publik dan terdaftar di PT. Bursa Efek Indonesia tahun 2005 ?
2008, sedangkan jenis data yang digunakani adalah data kuantitatif, sedangkan
dilihat dari cara memperolehnya, data yang dipergunakan merupakan data
sekunder yaitu data keuangan perusahaan seperti Return On Assets (ROA), Debt to
Equity Ratio (DER), dan Resiko Sistematik (Beta Saham) serta data Harga saham.
Untuk teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dan untuk
menguji hipótesis digunakan teknik análisis regresi linier berganda.
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisis regresi linier berganda
adalah Return On Assets (X1), Debt Equity Ratio (X2) dan Risiko Sistematik (X3)
tidak berpengaruh sigifikan terhadap Harga Saham (Y) baik secara simultan dan
parsial, dan tidak adanya variabel bebas yang mempunyai pengaruh paling
dominan terhadap harga saham perusahaan tekstil yang go public di Bursa Efek
Indonesia., sehingga hipotesis ke-1 dan 2 tidak teruji kebenarannya.