Abstract :
Usaha kecil menengah adalah usaha yang membutuhkan modal kecil serta keuntungan yang kecil. Salah satu kendala yang dialami oleh usaha kecil menengah yaitu kurangnya peralatan yang memadahi. Namun hal ini terjadi di usaha pemotong Styrofoam di desa kalisari, semarang, yang masih menggunakan cutter dalam proses pemotongan Styrofoam. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian guna mendesain sebuah alat berupa mesin pemotong Styrofoam yang dapat membantu proses pemotongan Styrofoam.
Perancangan alat menggunakan pendekatan anthropometri dan ergonomi serta analisis postur kerja dengan metode RULA (rapid upper limb assessment). Data anthropometri yang digunakan adalah tinggi siku dalam posisi duduk, rentangan tangan ke depan, rentangan tangan ke samping, tinggi popliteal. Data yang telah diperoleh kemudian dilakukan uji keseragaman data, uji kecukupan data, serta penentuan persentil. Hasil skor RULA saat pemotongan Styrofoam secara manual adalah 7 dengan level resiko tinggi yang berarti perlu dilakukan tindakan sekarang juga.
Hasil penelitian ini berupa perancangan fasilitas kerja berupa alat pemotong Styrofoam semi otomatis yang disesuaikan dengan dimensi tubuh. Analisis postur kerja dengan metode RULA kembali dilakukan saat menggunakan alat pemotong Styrofoam, hasilnya skor RULA adalah 3 dengan level kecil. Alat diuji coba secara langsung di tempat pemotongan Styrofoam, dan hasilnya a/at dapat bekerja dengan cukup baik, pekerja dopat memotong
vii
Styrofoam dengan mudah dan rapi. A/at ini juga dirasa sangan membantu dalam pemotongan Styrofoam dibandingkan dengan proses manual yang sebelumnya.