Abstract :
Abstrak
Penyakit akibat infeksi bakterial di Indonesia ternyata dapat mengakibatkan
kematian sekitar 50-100% (Supriyadi dan Taufik, 2002). Infeksi penyakit yang sering
terjadi antara lain pada budidaya ikan gurame, ikan bandeng, ikan mas atau ikan nila, ikan
mujair dan ikan kakap. Pada usaha pembesaran air tawar tersebut antara lain dikenal
dengan istilah penyakit ?tuberculosis ?. Penyakit tersebut biasanya ditunjukkan dengan
gejala-gejala klinis antara lain luka dan pendarahan pada kulit, mata menonjol, bisul pada
tubuh, pendarahan pada pangkal sirip. Salah satu gejala yang sangat spesifik adalah
berupa adanya bintil-bintil (tubercle) berwarna putih yang biasanya terdapat pada daging,
ginjal, hati, limfa dan mata. Penyakit tersebut cukup banyak menimbulkan kerugian selain
berupa kematian ikan, juga menurunkan mutu daging. Kematian yang ditimbulkannya
menurut para petani dapat mencapai 50-100%.
Adapun tujuan yang akan dicapai adalah untuk membuat sistem pakar yang dapat
membantu mendiagnosa penyakit pada ikan air tawar serta mampu memberikan informasi
mengenai masalah yang ada beserta solusi dan pengobatannya.
Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah aplikasi sistem pakar untuk
mendiagnosa penyakit pada ikan air tawar dengan metode forward chaining dapat
digunakan untuk pelacakan tentang gejala-gejala yang dialami oleh ikan air tawar dengan
mudah dan cepat