DETAIL DOCUMENT
POTENSI BUFFER ORGANOMINERAL SEBAGAI PENYEDIA NUTRISI PADA TANAH BERGARAM UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
ADHISTIA , ZAHRO
Subject
SB Plant culture 
Datestamp
2015-01-07 07:42:23 
Abstract :
Tanah salin mempunyai kadar garam netral larut dalam air sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dari kebanyakan tanaman. Kurang dari 15% dari KTK tanah ditempati oleh natrium dan biasanya nilai pH kurang dari 8,5. (Soepardi, 1983). Tanaman jagung merupakan tanaman yang sensitif terhadap salinitas. Semakin tinggi salinitas, luas daun, berat kering batang, berat kering daun, dan berat kering tanaman total pada jagung berkurang (Katerji et. al., 2003). Buffer organomineral merupakan salah satu bahan yang ditambahkan ke dalam tanah yang berasal dari limbah tanaman, limbah hewan dan mineral liat. Buffer tersebut merupakan hasil ekstraksi Asam Humat 30%, Kompos 50% yang terdiri dari berbagai macam bahan, antara lain Gambut dan Batubara, Liat 10% dan Abu 10%. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman jagung terhadap pemberian buffer organomineral pada tanah salin. Peningkatan bahan organik pada tanah cekaman salinitas bermanfaat untuk menetralkan akibat buruk dari pengaruh salinitas, yaitu melalui pejerapan ion Na oleh koloid bahan organik dan penangkapan Na oleh pelepasan CO2 dari bahan organik, dan juga menjaga kelembaban tanah sehingga menurunkan salinitas tanah (Sumarsono, 2012). Pada hasil pemberian buffer organomineral menunjukkan bahwa penggunaan buffer organomineral yang tepat sebagai penyedia nutrisi pada tanah salin untuk tanaman jagung adalah buffer Gambut KH2PO4 dengan dosis 20 g/pot.  
Institution Info

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur