Abstract :
LatarbelakangmasalahsesuaidenganhasilobservasidanpengamatanpenulisterhadapsiswapadahariSenin,tanggal 26-30Januari 2016danwawancaradengan guru BK pada jam 10.30-12.00, diketahuiadabeberapasiswakelas X yang mempunyaisikapketerbukaandirinyarendah, sepertitidakmemilikitenggang rasa, tidakmaubekerjasama, tidakmenghargai orang lain. Rumusanmasalah: 1. Apakahfaktor-faktoryang mempengaruhisikapketerbukaandiripadasiswakelas X SMKN 3 Kudus? 2. Apakahmelaluipenerapankonselingbehavioristikteknikassertive training melaluibermainperandapatmeningkatkansikapketerbukaandiripadasiswakelas X SMKN 3 Kudus?Tujuanpenelitian: 1. Menemukanfaktor-faktor yang mempengaruhisikapketerbukaandirisiswakelas X SMKN 3 Kudus. 2. Meningkatkansikapketerbukaandirimelaluipenerapankonselingbehavioristikteknikassertive training melaluibermainperanpadasiswakelas X SMKN 3 Kudus.
Manfaatpenelitian; 1.Manfaatteoritis; memperkayakhasanahteoritentangkonselingbehavioristikteknikassertive trainingmelaluibermainperan. 2. ManfaatPraktis; a. Kepalasekolahdapatmenentukankebijakandalampelaksanaanbimbingandankonselingbehavioristikuntukmeningkatkansikapketerbukaandiri, b. Guru bimbingandankonselingdapatmenerapakankonselingbehavioristikteknikassertive trainingmelaluibermainperanuntukmeningkatkansikapketerbukaandirisiswa, c. Guru matapelajarandapatmeningkatkansikapketerbukaandiridalam proses belajarmengajar. d. Walikelasdapatmengetahuisikapketerbukaandirisiswa. e. Siswadapatmeningkatkansikapketerbukaandirimelaluikonselingbehavioristikteknikassertive trainingmelaluibermainperan.
Jenispenelitiandeskriptifkualitatifdenganpendekatankonselingbehavioristikteknikassertive trainingmelaluipermaianperan.Subjekpenelitian 3 siswayaitu AR, JS, dan DA yang memilikisikapketerbukaandirirendah.Teknikpengumpulan data wawancara, observasi, dandokumentasi.Analisis data menggunakanteknikanalisainduksisistembacoon.
Hasilpenelitian; Klien I (AR)memilikisikapketerbukaandiri yang rendahkarenakepribadianintrovertdanpenyesuaiandiri yang rendah.Melaluilayanankonselingindividuteknikassertive training denganbermainperan yang dilaksanakandalamtiga kali pertemuandapatmeningkatkansikapketerbukaandiriklien AR. Klien II (JS) memilikisikapketerbukaandiri yang rendahkarenapribadipesimistisdan rasa khawatirakanpenolakan. Melaluilayanankonselingindividuteknikassertive training denganbermainperan yang dilaksanakandalamtiga kali pertemuandapatmeningkatkansikapketerbukaandiriklienJS.Klien III (DA) memilikisikapketerbukaandiri yang rendahkarenaindividualistisdanpenerimahubungandariteman yang tidakmendukung.Melaluilayanankonselingindividuteknikassertive training denganbermainperan yang dilaksanakandalamtiga kali pertemuandapatmeningkatkansikapketerbukaandiriklien DA.
Simpulanfaktor internal daneksternal yang mempengaruhiklien I (AR) kepribadianintrovertdanpenyesuaiandiri yang rendah. Klien II (JS) pribadipesimistisdan rasa khawatirakanpenolakan. Klien III (DA) individualistisdanpenerimahubungandariteman yang tidakmendukung.Disarankansekolahdapatmelakukan monitoring perilakusiswa, guru BK dapatmemberikankonselingindividuteknikassertive denganbermainperanuntukmengentaskansikapketerbukaandiri yang rendah, guru matapelajarandapatmemotvasisiswanya, walikelasdapatmelakukaninteraksisosial, siswahendaknyabersifatterbukaterhadappermasalahan yang dihadapi.