Abstract :
CV. Sumber Waru Semarang mengelola persediaan barang menggunakan sistem
berbasis kertas dan menggunakan aplikasi perkantoran yang menimbulkan ketidakefisienan
dalam pencarian data dan menghasilkan laporan-laporan. Penelitian mengembangkan
perangkat lunak sistem informasi persediaan barang yang dapat digunakan untuk mengelola
data barang mulai dari mencatat transaksi pembelian, transaksi barang masuk, transaksi
penjualan, transaksi barang keluar, dan dapat menghasilkan laporan stok dan laporan
transaksi dengan cepat. Perangkat lunak sistem informasi juga dilengkapi dengan perhitungan
economic order quantity (EOQ) untuk mendapatkan jumlah pemesanan barang optimal, dan
dan menghitung reorder point (ROP) sebagai mekanisme notifikasi stok kritis.
Perangkat lunak akan dikembangkan mengikuti model proses waterfall Roger S.
Pressman dengan pemodelan sistem menggunakan UML. Implementasi menggunakan bahasa
pemrograman web PHP dan basisdata MySQL.
Perangkat lunak diharapkan dapat membantu memperbaiki kelemahan sistem
pengelolaan persediaan barang yang lama yaitu dengan memaksimalkan pengendalian
persediaan (waktu dan jumlah pembelian yang tepat), dan memaksimalkan layanan penjualan
(menghindari stok kosong).
CV. Sumber Waru Semarang using a paper-based system and office applications to
manages inventories that cause inefficiencies in searching data and producing reports.
Research develops a system software that can be used to recording purchase transactions,
incoming transactions, sales transactions, outgoing transactions, and can generate stock
reports and transaction reports quickly. System software is also equipped with an economic
order quantity (EOQ) calculation to get the optimal order quantity, and and calculates a
reorder point (ROP) as a critical stock notification mechanism.
The software will be developed by following Roger S. Pressman's waterfall process
model. Modeling using Unified Modeling Language (UML). The implementation uses the
PHP web programming language and MySQL database.
The software is expected to help improve the weaknesses of the old inventory
management system by maximizing inventory control (by purchasing goods in the right time
and the right number or quantity), and maximizing sales services (avoiding empty stock).