DETAIL DOCUMENT
Anteseden BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.
Total View This Week1
Institusion
Universitas Muria Kudus
Author
FAHMI , FARIZ
Subject
Manajemen. Manajemen industri 
Datestamp
2018-02-01 04:59:21 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kinerja karyawan berdasarkan diklat yang diberikan melalui variabel intervening kepuasan kerja dan menganalisis tentang peningkatan kinerja karyawan berdasarkan budaya organisasi dan motivasi melalui variabel intervening kepuasan kerja. Ditinjau dari tujuan tersebut penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Sampel diambil sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan dokumentasi. Uji instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan SEM atau Structural Equation Modelling. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah variabel budaya organisasi berpengaruh dalam peningkatan kepuasan kerja karyawan di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Demak, hal ini menjelaskan dengan budaya organisasi yang lebih baik maka tingkat kepuasan kerja juga lebih tinggi. Motivasi kerja juga berpengaruh paling kuat dalam peningkatan kepuasan kerja karyawan. Karyawan yang mempunyai motivasi kerja yang baik akan merasakan kepuasan dalam bekerja. Variabel yang berpengaruh paling kuat terhadap peningkatan kinerja karyawan adalah kepuasan kerja, hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang diperoleh maka semakin baik tingkat kinerja karyawan. Variabel budaya organisasi dan motivasi kerja juga berpengaruh terhadap peningkatan kinerja karyawan. Budaya organisasi yang baik dan motivasi kerja yang baik maka kinerja karyawan dapat meningkat. Hasil pengujian hipotesis pengaruh tidak langsung antar variabel dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja, sedangkan dilihat dari perbandingan nilai koefisien pengaruh tidak langsung lebih kecil dibandingkan pengaruh langsung, hal ini menunjukkan bahwa budaya lebih efektif berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan. Kepuasan kerja memperkuat pengaruh motivasi kerjaterhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja lebih efektif melalui kepuasan kerja dalam mempengaruhi kinerja karyawan, hal ini karena nilai koefisien pengaruh tidak langsung lebih besar dibandingkan pengaruh langsungnya 
Institution Info

Universitas Muria Kudus