Abstract :
Globalisasi hakekatnya tidak hanya memiliki dampak positif, tetapi juga negatif. Salah satu dampak negatif adanya globalisasi yang memiliki ancaman serius adalah penyalahgunaan narkotika tidak terkecuali Kota Semarang, khususnya Semarang Barat. Menurut Kasat Res Narkoba Polrestabes Semarang, penyebaran narkotika di Kota Semarang tahun 2019-2020 dimungkinkan meningkat karena selama tahun 2017 terungkap 198 kasus kemudian tahun 2018 menjadi 287 kasus. Penulisan ini akan terfokus pada dua perumusan masalah, yaitu: pertama Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penyebaran narkotika di wilayah Semarang Barat? dan kedua Bagaimana reaksi masyarakat terhadap penyebaran narkotika di wilayah Semarang Barat? Metode penelitian pada
penulisan ini menggunakan tipe Yuridis Sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif-analitis melalui sumber data primer dan sekunder. Populasi yang akan diteliti adalah penyebaran narkotika di Semarang Barat dengan sampel beberapa pengedar, penyalahguna, polisi, serta masyarakat di Semarang Barat. Berdasarkan ruang lingkup, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi kepustakaan. Analisis data mengenai hasil penelitian terkait penyebaran narkotika di wilayah Semarang Barat akan dilakukan dengan menggunakan beberapa teori kriminologi. Hasil Penelitian dan Analisis data dapat dibagi menjadi dua, yaitu: pertama Faktor-Faktor yang mempengaruhi penyebaran
narkotika di wilayah Semarang Barat dapat dibagi menjadi dua faktor besar yaitu: Pertama, faktor internal dan faktor eksternal yang dapat dijelaskan dan dianalisis menggunakan Teori Sosiologi Kriminal seperti Teori Ekologi, Teori Konflik Kebudayaan, Teori Ekonomi, Teori Differential Association), dan Teori Anomi. Namun, Teori Biologi Kriminal dan Psikologi Kriminal tidak dapat digunakan untuk menganalisis faktor penyebaran narkotika di Semarang Barat. Kedua, reaksi Masyarakat terkait Penyebaran Narkotika Di Wilayah Semarang Barat dapat dilihat dari dua pandangan, yaitu: reaksi masyarakat informal yang berasal dari
masyarakat Semarang Barat dan reaksi masyarakat formal berasal dari Banit Satresnarkoba Polrestabes Kota Semarang. Saran yang diberikan adalah dapat dilakukan penghapusan atau pengurangan semaksimal mungkin sebab-sebabnya seperti: adanya sosialisasi bahaya narkotika dari pihak Satresnarkoba Polrestabes\ Kota Semarang ataupun Badan Narkotika Nasional di Kota Semarang dengan masyarakat di Semarang Barat maupun sekolah-sekolah di wilayah Semarang Barat serta melakukan pemberdayaan masyarakat untuk usaha agar ekonomi masyarakat sekitar Semarang Barat berjalan dengan baik, melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian apabila terjadi penyalahgunaan dan pengedaran narkotika, serta bagi mantan pengedar dan penyalahguna yang telah keluar dari penjara ataupun tempat rehabilitasi harus dirangkul dalam kegiatan masyarakat agar tidak mengulangi perbuatan jahatnya kembali.
In essence, globalization has not only positive impacts, but also negative impacts. One of the negative impacts of globalization which has a serious threat is the abuse of narcotics, including the city of Semarang, especially West Semarang. According to the Semarang Police Head of Narcotics Res, the spread of narcotics in Semarang City during 2019-2020 is possible to increase because during 2017 198 cases were revealed, then in 2018 it became 287 cases. This writing will focus on two problem formulations, namely: first, what are the factors that influence the spread of narcotics in the West Semarang area? and second, how do people react to the spread of narcotics in West Semarang? The research method in this writing uses sociological juridical type with descriptive-analytical research specifications through primary and secondary data sources. The population to be studied is the distribution of narcotics in West Semarang with a sample of several dealers,
abusers, police, and people in West Semarang. Based on the scope, the data collection techniques used were interviews and literature study. Data analysis regarding the results of research related to the spread of narcotics in the West
Semarang area will be carried out using several criminological theories. Research results and data analysis can be divided into two, namely: first, the factors that
influence the spread of narcotics in the West Semarang area can be divided into two major factors, namely: First, internal factors and external factors that can be
explained and analyzed using the Theory of Criminal Sociology such as Theory. Ecology, Cultural Conflict Theory, Economic Theory, Differential Association Theory), and Anomy Theory. However, the Theory of Criminal Biology and Criminal Psychology cannot be used to analyze the spread of narcotics in West Semarang. Second, the reaction of the community regarding the Spread of Narcotics in the West Semarang Region can be seen from two perspectives, namely: the reaction of the informal community originating from the West
Semarang community a