Abstract :
Masalah keseimbangan lintasan dalam aliran proses produksi masih sering
diabaikan oleh pihak perusahaan baik yang bersifat fabrikasi maupun perakitan. Hal tersebut dikarenakan keseimbangan lintasan berhubungan dengan output produksi yang dicapai. Saat ini CV. Ahmad Jati Furniture kurang dapat memenuhi target produksi yang maksimal, yaitu untuk memenuhi permintaan dari konsumen. Ini disebabkan adanya perbedaan output produksi pada setiap stasiun kerja sehingga terjadi penumpukan material kerja.
Untuk dapat menghitung line balancing maka dilakukan pengukuran waktu kerja dari tiap operasi pada produk meja makan pada departemen assembly dengan menggunakan jam henti ( stopwatch ) . Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah tentang keseimbangan lintasan ini adalah Metode Moodie Young. Metode Moodie Young memiliki dua tahap analisis. Fase ( tahap ) satu adalah membuat pengelompokan stasiun kerja berdasarkan matriks hubungan antar-task, tidak dirangking seperti metode Helgeson-Birnie. Fase ( tahap ) dua, dilakukan revisi pada hasil fase satu, Pada fase dua ini mencoba untuk mendistribusikan waktu menganggur ( idle ) secara merata ( sama ) untuk tiap-tiap stasiun melalui mekanismme jual dan transfer elemen antar stasiun.
Dari hasil perhitungan setelah menggunakan metode Moodie Young didapat nilai balance delay 38.99 %, line efisiensi 66.52 %, dengan jumlah stasiun kerja 6. Dan mempunyai hasil yang lebih baik dari pada sebelum menggunakan metode Moodie Young tersebut. Maka sebaiknya pihak perusahaan menerapkan metode Moodie Young karena dapat memperkecil balance delay dan meningkatkan line efesiensi.