Abstract :
Dalam melaksanakan tanggungjawabnya, pemerintah daerah
mengalokasikan anggaran untuk mendanai dan menyelenggarakan roda
pemerintahan, salah satunya adalah dengan menambah kekayaan daerah dengan
meningkatkan aset pemerintah daerah yang masa manfaatnya bisa dirasakan lebih
dari satu tahun melalui belanja modal. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini
adalah untuk mengetahui bagaimana Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi
Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil, & Sisa Lebih Pembiayaan
Anggaran mempengaruhi Belanja Modal pada Kabupaten & Kota Provinsi Jawa
Tengah periode 2017-2019.
Pengujian hipotesis yang dilakukan menggunakan aplikasi program SPSS
dengan alat analisis regresi linear berganda. Penelitian ini menggunakan data
kuantitatif dengan jumlah data sebanyak 105 sampel yang diperoleh dari Badan
Pemeriksa Keuangan. Hasil dari penelitian ini adalah dampak berpengaruh
terhadap Belanja Modal ada pada PAD dan DBH, sedangkan dampak tidak
berpengaruh terhadap Belanja Modal ada pada DAU,DAK dan SILPA.
In carrying out its responsibilities, local governments allocate budgets to
finance and organize government wheels, one of which is by increasing regional
wealth by increasing regional government assets whose useful life can be felt
more than one year through capital expenditures. The purpose of this research is
to find out how Local Own Revenue, General Allocation Fund, Special Allocation
Fund, Profit Sharing Fund (DBH), & Excess Budget Financing affects Capital
Expenditures in Regency & City of Central Java Province for the period 2017-
2019.
Hypothesis testing is done using the SPSS program application with
multiple linear regression analysis tools. This study uses quantitative data with a
total of 105 samples obtained from the Supreme Audit Agency. The result of this
research is that the impact on capital expenditure is on PAD and DBH, the impact
has no effect on capital expenditure on DAU, DAK and SILPA.