Abstract :
Kepercayaan dan kecurigaan auditor pada klien, didasarkan pada sikap jujur dan independent auditor. Penelitian Shaub (2006) membuktikan bahwa semakin pengalaman auditor akan semakin professional, jujur dan independent. Halatersebutdibuktikandenganperilakupercaya tau curiga auditor padakliendipengaruhiolehpengalaman auditor, tetapitidakterpengaruhisituasidandisposisional.Risetberhubungandengankepercayaantingkatandankecurigaantelahdiselenggarakan, sebagaicontoh Libby et.al (2005) mengenairesikooperasidankepercayaan audit. Auditor jugadapatmenghasilkanmotivasietika yang manamungkinberpengaruhisebagaiklarifikasi alternative kepenilaiandankeputusandarimanajemenlebihbaiksebabmemilikipengetahuanilmuakuntansi.Penelitian yang digunakandenganmetodesurveidenganpengumpulan data melaluimetodepenyebarankuisionerdandiolahmenggunakan software spss 17.0.
Hasilpenelitianini yang mengkonfirmasikanpenelitianshaupdenganresponden auditor, terbuktibahwakepercayaandankecurigaan auditor padakliendipengaruhiolehpengalamandandisposisional.Sedangkansituasionalberpengaruhterhadap auditor dapatmemprediksikeinginankliensejakawal.Dengandemikiandapatdisimpulkandarihasilanalisisbeberapa indicator respondenterhadap variable moral reasoning diperolehsekor rata-rata 6,62 yang masukdalamkategoribesar. Semakintinggi moral reasoning yang dimilikipegawaididalammelaksanakantugas auditor makatingkatkesalahandalammelaksanakan audit semakinkecil.