Abstract :
Bioethanol merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang dapat di produksi dari bahan baku berupa biomassa seperti jagung, singkong, sorgum, kentang, gandum, tebu, bit, rumput laut dan juga limbah biomassa seperti tongkol jagung, limbah jerami, dan limbah sayuran lainya melalui proses fermentasi bahan baku, kemudian hasil fermentasi yang di panaskan untuk memisahkan air dengan ethanol. Sehingga perlu adanya alat yang dapat mengubah bahan biomassa tersebut menjadi bioethanol. Tujuan dari skripsi adalah pembuatan alat destilator bioethanol sistem continue volume tangki pemanas bahan baku 10 liter ini, ada beberapa komponen yang harus dibuat, meliputi : pembuatan rangka, tangki ketel (tangki bahan baku awal), tangki pemanas bahan baku. Dan tangki bahan baku awal di buat sistem continue sehingga proses akan berkelanjutan secara terus menerus. Langkah kerja yang dilakukan untuk pembuatan alat destilator bioethanol sistem continue adalah pengukuran bahan, pemotongan bahan, pengelasan dan proses permesinan yang meliputi : pengerolan, pengeboran, penggerindaan dan pengecatan. Setelah pembuatan alat destilator bioethanol sistem continue tersebut menghabiskan waktu selama 616 menit dan dilakukan pengujian dari bahan baku bonggol pisang dengan variasi ragi 30 gram menghasilkan etanol 36 % dan membutuhkan biaya Rp 4.485.600.