Abstract :
xii
(Sangat Baik). Sedangkan hasil penelitian keterampilan proses sains aspek
kognitif pada siklus I ketuntasan klasikal 68,75% (baik) dengan skor rata-rata
kelas 68,23. Meningkat pada siklus II dengan ketuntasan klasikal menjadi 87,5%
(sangat baik) dengan skor rata-rata kelas 79,09.
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan bahwa
penerapan model sains teknologi masyarakat (STM)berbantuan media konkret
dapat meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan
meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas IV SD 3 Bugel materi
sumber daya alam. Saran yang diberikan yaitu model pembelajaran sains
teknologi masyarakat (STM) berbantuan media konkret dapat digunakan untuk
meningkatkan keterampilan proses sains. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Model Sains
Teknologi Masyarakat (STM) berbantuan media konkret, menemukan
peningkatan Keterampilan Proses Sains, dan meningkatkan keterampilan guru
dalam mengelola pembelajaran pada siswa kelas IV di SD 3 Bugel.
Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) merupakan suatu
model yang sesuai dengan konteks pengalaman manusia dalam kehidupan sehari-
hari. Media konkret merupakan alat bantu visual yang berfungsi memberikan
pengalaman langsung kepada siswa. Keterampilan Proses Sains merupakan
kemampuan yang diperlukan untuk memperoleh, mengembangkan, dan
menerapkan konsep sains. Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah
penerapan model Sains Teknologi Masyarakat (STM) berbantuan media konkret
dapat meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan
meningkatkan Keterampilan Proses Sains materi sumber daya alam kelas IV SD
N 3 Bugel.
Penelitian ini berlangsung selama dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4
tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Lokasi
penelitian di SDN 3 Bugel dengan subjek penelitian 16 siswa kelas IV. Variabel
bebas adalah Model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) berbantuan
media konkret, sementara variabel terikatnya adalah Keterampilan Proses Sains
materi sumber daya alam. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik
wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Analisis data yang digunakan
analisis data kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian keterampilan guru siklus I
memperoleh persentase rata-rata 72,5% (Baik) dan meningkat pada siklus II
menjadi 92,5% (Sangat Baik). Hasil penelitian pada keterampilan proses sains
aspek afektif siswa silus I memperoleh persentase rata-rata 72,26% (Baik) dan
meningkat pada siklus II menjadi 90% (Sangat Baik). Hasil penelitian pada
keterampilan proses sains aspek psikomotorik siswa silus I memperoleh
persentase rata-rata 72,26% (Baik) dan meningkat pada siklus II menjadi 90%