Abstract :
Terlambat masuk sekolah merupakan salah satu permasalahan yang dilakukan
oleh siswa di sekolah melampaui batas waktu yang telah ditentukan oleh sekolah.
Siswa yang terlambat sekolah, sering berlama-lama meskipun sudah tau pelajaran
di sekolah sudah mulai. Untuk membantu yang terlambat masuk sekolah maka
peneliti berupaya menerapkan pendekatan Behavioristik dengan teknik kontrak
perilaku. Pendekatan behavioristik adalah untukmeng hapus perilaku maladatif
untuk digantikan dengan perilaku yang baru yaitu perilaku adaptif yang
diinginkan konseli. Kotrak perilaku merupakan teknik persetujuan antara dua
orang atau lebih (konselor dan klien) untuk mengubah perilaku tertentu pada
klien. Dalam hal ini individu mengatisipasi perilaku mereka atas dasar persetujuan bahwa beberapa konsekuensi akan mucul.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Menemukan faktor penyebab siswa terlambat
masuk sekolah di SMA Negeri 1 Nalumsari Jepara tahun pelajaran 2017/2018, 2)
Memperoleh pemecahan masalah untuk mengatasi siswa terlambat masuk sekolah
di SMA Negeri 1 Nalumsari Jepara tahun pelajaran 2017/2018 dengan
menggunakan pendekatan koseling behavioristik.Penelitian ini menggunakan
jenis studi kasus yang akan dilaksanakan di SMA N 1 Nalumsari Jepara dengan
subjek penelitian tiga siswa SMA N 1 Nalummsari Jepara yang mengalami
terlambat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode
wawancaradan observasi sebagai metode pokok, serta metode dokumentasi
sebagai metode pelengkap. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif
deskriptif.
Berdasarkan kesimpulan tentang “Penerapan Konseling Behavioristik Dengan
Teknik Kontrak Perilaku Untuk Mengatasi Siswa Terlambat Masuk sekolah Pada
Siswa SMAN 1 Nalumsari Jepara Tahun Pelajaran 2017/2018†yang dialami oleh
RM, DP dan LM menunjukkan perubahan yang baik sudah bisa bangun pagi dan
meninggalkan kebiasaannya terlambat ke sekolah. Disarankan kepada 1. Bagi
Siswa, siswa mampu menyadari pentingnya disiplin dalam menaati peraturan
yang sudah dibuat sekolah, siswa hendaknya dapat membagi waktu. 2. Bagi Guru
BK, dapat memperoleh alternatif pemecahan masalah dengan penerapan xi
pendekatan Behavioristik dengan teknik Kontrak Perilaku untuk mengatasi
permasalahan yang di alami siswa di lingkungan sekolah 3. Bagi Kepala Sekolah,
Kepala sekolah mendapat informasi baru terkait dengan program pelaksanaan layanan BK sehingga dapat membantu guru Bk penunjang keberlangsungan
Kegiatan konseling. 4. Bagi peneliti, peneliti dalam mengatasi masalah terlambat
pada siswa hendaknya lebih memahami kondisi dan keadaan siswa agar dapat
memberikan teknik yang tepat.