Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan penerapan model
STAD berbantu media puzzle pecahan untuk meningkatkan pemahaman konsep
matematis materi pecahan pada siswa kelas IV SD N 1 Buwaran; (2)
Meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model STAD berbantu
media puzzle pecahan siswa kelas IV SD N 1 Buwaran; (3) Mendeskripsikan
keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran matematika pada siswa kelas
IV SD N 1 Buwaran materi pecahan melalui penerapan model STAD berbantu
media puzzle pecahan.
STAD merupakan model pembelajaran yang menekankan adanya aktivitas
dan interaksi diantara siswa dan saling membantu dalam memahami materi.
Model STAD mempunyai 4 fase yaitu (1) Presetasi kelas; (2) Pembagian
kelompok atau bekerja kelompok; (3) Pembagian Skor; dan (4) Penghargaan
kelompok. Puzzle pecahan merupakan suatu media teka-teki, yang dapat
merangsang kemampuan otak anak, karena puzzle memainkannya dengan cara
membongkar dan memasang kembali gambar atau benda menjadi benda utuh
kembali, guna memudahkan anak dalam memahami materi pecahan.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis
dan Mc Taggart yang akan dilaksanakan di kelas IV SD N 1 Buwaran dengan
subjek penelitian guru dan 20 siswa. Penelitian ini berlangsung selama 2 siklus,
setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan
refleksi. Variabel bebas pada penelitian ini adalah penerapan model STAD
berbantu media puzzle pecahan. Sedangkan variabel terikat pada penelitian ini
yakni kemampuan pemahaman konsep matematis materi pecahan, keterampilan
mengajar guru dan aktivitas siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes,
observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan merupakan
analisis data kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran matematika melalui model
STAD berbantu media puzzle pecahan meningkat setiap siklusnya. Keterampilan
guru pada siklus I memperoleh persentase 83,4% (baik), pada sklus II meningkat
menjadi 85% (sangat baik). Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh persentase
67,2% (cukup), pada siklus II meningkat menjadi 75% (baik). Persentase
keuntasan hasil pemahaman konsep matematis pada prasiklus yaitu 25% (rendah),
setelah dilakukan penelitian siklus I meningkat menjadi 45% (tinggi) dan
meningkat pada siklus II menjadi 80% (tinggi).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas IV SD N 1
Buwaran dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran STAD berbantu media
puzzle pecahan dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan
pemahaman konsep matematis siswa pada mata pelajaran matematika. Saran
dalam penelitian ini, guru hendaknya menggunakan model pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristik dan dalam memilih media pembelajaran hendaknya
sesuai dengan materi khususnya pada mata pelajaran matematika.