Abstract :
Membaca pemahaman adalah salah satu keterampilan yang paling sulit
dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Siswa perlu memiliki pemahaman yang
baik dan mendapatkan bentuk melalui teks yang diberikan untuk menyelesaikan
subjek mereka termasuk siswa MAN 1 Jepara. Oleh karena itu, mengajar
membaca teks naratif sebagai bagian dari pemahaman bacaan juga harus dikuasai
untuk mencapai tujuan kurikulum. Namun, ada beberapa masalah yang membuat
siswa menghadapi kesulitan untuk memahami, seperti memiliki motivasi yang
kurang dan kurangnya minat untuk belajar. Hal ini terbukti dengan rata-rata tes
prestasi adalah 63, lebih rendah dari skor KKM, 65. Strategi membaca
metakognitif adalah salah satu strategi untuk membangun motivasi dan
keterampilan siswa dalam memahami teks.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan
yang signifikan antara pemahaman pemahaman siswa kelas delapan MAN Bawu
Jepara pada tahun akademik 2017/2018 setelah diajarkan dengan menggunakan
strategi metakognitif.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain one group,
pre-test dan post-test. Populasinya adalah siswa MAN 1 Jepara. Sampel penelitian
ini adalah siswa X MIA 1 MAN 1 Jepara pada tahun akademik 2017/2018. Hasilnya menunjukkan bahwa menggunakan strategi membaca
metakognitif dapat meningkatkan pemahaman teks narasi membaca. Itu bisa
dilihat dari pre-test dan post-result. Hasil pre-test rendah (rata-rata = 64,96 dan
standar deviasi = 9,17). Dan hasil post test tinggi (rata-rata = 79,02 dan standar
deviasi = 8,9). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara
pembelajaran membaca teks narasi siswa kelas X MAN 1 Jepara sebelum dan
sesudah diajar dengan menggunakan strategi membaca metakognitif. Hasil t-
observasi lebih tinggi dari t-tabel. (t0 = 3.16> tt = 2.04).
Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti menyarankan agar guru dapat
menggunakan Strategi Membaca Metakognitif sebagai salah satu strategi
alternatif untuk mengajar membaca pemahaman teks naratif yang semakin
meningkat. Agar siswa merasa tertarik dan termotivasi belajar Bahasa Inggris
lebih baik.