Abstract :
Tidur dikelas bukan hal yang sangat langka melainkan suatu kebiasaan
bagi siswa. Selain itu beragam alasan yang dilontarkan siswa kepada guru saat
mereka ketiduran dikelas terutama pada saat jam pelajaran berlangsung. Untuk
mengatasi kebiasaan tidur saat jam pelajaran peneliti menggunakan layanan
konseling behavioristik teknik self management. Maslah penelitian ini adalah
bagaimana penerapan konseling behvaioristik teknik self management untuk
mengatasi kebiasaan tidur saat jam pelajaran berlangsung pada siswa kelas XII
IPS 2 SMA N 1 Jekulo.
Tujuan penelitian ini adalah: 1. Menemukan dan mendiskripsikan faktor
penyebab siswa-siswi sering tidur saat jam pelajaran berlangsung, 2. Untuk
mengatasi kebiasaan tidur saat jam pelajaran pada siswa kels XII IPS 2 SMA N 1
Jekulo.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
kualitatif yang dirancang dalam bentuk studi kasus. Subjek yang di teliti yaitu
DAPKI, FAS, dan JAPV dari kelas XII IPS 2 yang memiliki kebiasaan tidur saat
jam pelajaran berlangsung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik
analisa induksi sistem bacon dengan cara peneliti mengumpulkan faktor-faktor
sebanyak-banyaknya sampai seluruh kondisi yang harus ditabulasikan, kemudian
baru dapat ditarik kesimpulan tertentu juga meneruskan suatu masalah.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa setelah diberikan
Konseling Behavioristik teknik self management sebanyak tiga kali pertemuan,
DAPKI yang awalnya tidur dikelas saat jam pelajaran karena kelelahan akibat
seringnya latihan basket dan sering main game hingga larut malam,sekarang
DAPKI dapat mengubah tingkah laku yang salah menjadi perilaku yang
diharapkan yaitu dengan cara tidur lebih awal, bangun lebih awal, menghilangkan kebiasaan main game, serta menambah waktu belajar setiap malam. FAS yang
awalnya tidur dikelas saat jam pelajaran yang disebabkan seringnya nonton
televisi hingga larut malam sampai lupa waktu istirahat, tidak memperhatikan
guru atau tidak berperan aktif dalam proses pembelajaran, sekarang FAS
mengalami perubahan yaitu mengurangi nonton televisi serta mengatur waktu
antara belajar, nonton televisi, dan istirahat, mulai memperhatikan guru saat
sedang mengajar serta aktif mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
JAPV yang sebelumnya terbiasa tidur pada saat jam pelajaran akibat kelelahan
akibat seringnya latihan basket dan setelah latihan basket ia gunakan untuk
nongkrong hingga tengah malam, setelah diberikan layanan kepada JAPV,
perilaku JAPV mengalami perubahan yaitu dapat menambah waktu istirahat dan
mengurangi kebiasaan nongkrongnya. Peneliti memberikan saran: 1. Siswa, Diharapkan siswa hendaknya mampu
menyadari pentingnya mengatur pola tidur dan sebaiknya secara terus menerus
dapat menerapkan hasil konseling sehingga dapat mennjadikan hasil konseling
sebagai suatu kebiasaan untuk tidak kembali terbiasa tidur saat jam pelajaran.
2.Guru BK, Guru bimbingan dan konseling hendaknya mampu melaksanakan
peran dan fungsi sebagai seorang konselor dengan baik, sehingga mampu
membantu peserta didik yang mengalami suatu permasalahan. 3. Guru Mata
Pelajaran, Diharapkan berkolaborasi dengan konselor mengenai hal-hal yang
berhubungan dengan permasalahan siswa yang ditemukan dalam pembelajaran
serta berusaha membicarakan cara penyelesaiannya secara bersama-sama. 4.
Kepala Sekolah, diharapkan kepala sekolah Perlu diadakan pertemuan secara
periodik dengan para guru, diantaranya dengan wali kelas, guru mata pelajaran,
dan konselor untuk membahas permasalahan yang dialami oleh siswa. 5. Peneliti,
Diharapkan peneliti dapat menindak lanjuti penelitian ini dengan acuan dari hasil
yang telah diperoleh selama penelitian ini, sehingga kedepannya penerapan
konseling behavioristik teknik self management mampu digunakan dalam
mengatasi kebiasaan tidur dikelas pada siswa terutama saat jam pelajaran
berlangsung.