Institusion
Universitas Kristen Duta Wacana
Author
01092242, DHANIEL RINADI NUGRAHAWAN
Subject
BL Religion
Datestamp
2020-06-04 01:42:20
Abstract :
Dewasa ini, wacana interkultural menawarkan sebuah perspektif baru dalam upaya berteologi, yang dikenal dengan teologi interkultural. Secara esensial, wacana interkultural berpijak pada kesadaran terjadinya perjumpaan secara terus-menerus dari berbagai macam kebudayaan dan agama, yang tak dapat terelakkan, yang mengakibatkan terjadinya perubahan secara terusmenerus pada semua pihak yang terlibat di dalamnya. Kesadaran interkultural inilah yang
mengantar pada kesadaran teologis bahwa tidak ada (lagi) satu teologi yang universal dan mutlak, karena di dalam kebudayaan dan agama yang lain juga terdapat kebenaran. Perjumpaan interkultural ini didasarkan pada penghargaan keberagaman, dengan nilai-nilai khas yang dapat saling dibagi, sehingga mengundang terjadinya perubahan kritis pada diri kita dan Yang Lain. Tulisan ini bermaksud untuk mengangkat kembali Serat Rasa Sejati, karangan Paulus Tosari yang berisi pengajaran iman Kristen dalam balutan perjumpaan dengan kebudayaan Jawa. Dengan menggunakan karakteristik-karakteristik hermeneutis interkultural, yaitu ?makna?, ?kebenaran?, ?keseimbangan antara perbedaan dan persamaan?, dan ?perantaraan?, dapat terlihat bahwa tulisan Serat Rasa Sejati tersebut memenuhi syarat sebagai tulisan teologis yang bernafaskan interkultural.