Abstract :
Penafsiran Alkitab seringkali dimonopoli oleh kepentingan-kepentingan atau ideologi tertentu. Penafsiran itu kemudian menjadi tidak dapat merespon sebuah realita masyarakat/sosial yang terjadi. Penafsiran Alkitab terhadap persoalan disabilitas dapat dikatakan sebagai sebuah usaha
baru dalam dunia hermeneutik yang selama ini cenderung tidak/belum memberikan ruang terhadap isu disabilitas. Hidup berkelimpahan yang dimaksudkan dalam Yohanes 10:10b menjadi salah satu ayat yang dipakai oleh penyusun dalam rangka merespon persoalan disabilitas dalam konteks Indonesia. Banyak tafsiran yang cenderung melihat teks ayat 10b ini dalam kaitannya dengan persoalan eskatologis (hidup berkelimpahan: upah di akhir zaman bagi orang percaya). Tetapi dalam skripsi ini penyusun melihat bahwa ada tawaran lain yang diberikan oleh ayat 10b dalam merespon persoalan disabilitas. Yohanes 10:10b memberikan tawaran sebuah proses pembangunan kehidupan yang adil, baik bagi para penyandang disabilitas, maupun yang bukan.