Institusion
Universitas Kristen Duta Wacana
Author
01072155, GLORIA KRISTIANTI
Subject
BF Psychology
Datestamp
2021-02-23 07:00:05
Abstract :
Kasus hamil sebelum nikah seringkali dipandang negatif oleh sebagian besar orang, bahkan bagi pelakunya dikenai pengasingan. Hal ini terjadi karena orang melihat kasus hamil sebelum nikah hanya dari sisi moralitas saja. Kali ini, penyusun mencoba memaparkan pengalaman para pelaku kasus hamil sebelum nikah dari sisi teologi tubuh. Orang sering mengartikan seksualitas sebagai seks. Padahal, seks adalah bagian dari seksualitas. Seksualitas tersebut terdapat di sepanjang kehidupan manusia sejak lahir hingga meninggal dunia. Seksualitas ini menyangkut hubungan dengan diri sendiri, komunitas, serta Tuhan. Pemahaman seksualitas yang sempit mengakibatkan para informan mengalami alienasi, rasa bersalah, rasa malu, bahkan muncul pertanyaan kritis seputar eskhatologi dan kutuk. Kaitan pengalaman tubuh manusia dengan realitas Allah menjadi penting dalam penemuan gambar Allah. Tubuh bersifat universal dan utuh dalam artian mencakup lingkup diri dan dunia serta daging dan jiwa. Munculnya rasa bersalah dan rasa malu seringkali menghambat para pelaku dalam menemukan realitas Allah di dalam hidupnya. Oleh karenanya, dibutuhkan rekonsiliasi antara manusia dengan Allah melalui inkarnasi Yesus. Inkarnasi Yesus tersebut membawa manusia untuk menemukan kembali identitasnya sebagai makhluk seksual ciptaan Allah.