DETAIL DOCUMENT
PENGARUH KONSENTRASI CRUDE EXTRACT BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) TERHADAP MORTALITAS LARVA Aedes aegypti
Total View This Week0
Institusion
Universitas Kristen Duta Wacana
Author
31160013, Jessica Leoni
Subject
QH301 Biology 
Datestamp
2021-06-08 02:33:22 
Abstract :
Kasus DBD di Kota Yogyakarta mengalami peningkatan pada setiap tahunnya sehingga perlu dilakukan pengendalian yang tepat untuk penanganannya. Bentuk penanganan yang dapat dilakukan dengan membuat biolarvasida berbahan dasar buah mengkudu untuk membunuh larva nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran crude extract buah mengkudu sebagai biolarvasida, mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi crude extract terhadap efektivitas biolarvasida, dan mengetahui konsentrasi paling efektif sebagai biolarvasida. Rancangan penelitian menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan model penelitian yang digunakan dengan menggunakan variasi enam konsentrasi ekstrak buah mengkudu yang terdiri dari 1,5%, 2%, 2,5%, 3%, 3,5%, dan 4%. Buah mengkudu diambil di wilayah Kota Yogyakarta dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut ethanol 96%. Pengujian senyawa aktif dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif menggunakan Gas Chomatography Mass Spectrometry (GC-MS) untuk senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, tanin dan terpenoid. Hasil didapatkan bahwa crude extract buah mengkudu berperan sebagai biolarvasida dengan mortalitas berkisar antara 46% sampai dengan 100%. Konsentrasi 3% efektif menyebabkan mortalitas dalam waktu 24 jam, terdapat perbedaan tingkat mortalitas berdasarkan konsentrasi dan lama waktu pengujian selama 24 dan 48 jam. Melalui hasil uji kualitatif dan kuantitatif didapatkan hasil bahwa crude extract buah mengkudu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, tanin dan terpenoid. Parameter fisik pH dan kekeruhan larutan mempengaruhi mortalitas larva. Pada tubuh larva yang terpapar crude extract mengalami perubahan bentuk dan warna. 
Institution Info

Universitas Kristen Duta Wacana