Institusion
Universitas Kristen Duta Wacana
Author
41160102, Widyarti Oktaviani
Subject
QR Microbiology
Datestamp
2021-06-08 02:25:06
Abstract :
Latar Belakang : Klebsiella pneumoniae merupakan salah satu bakteri penyebab berbagai infeksi serius, terutama infeksi nosokomial dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Infeksi nosokomial K. pneumoniae didukung oleh adanya pembentukan biofilm dan resistensi terhadap antibiotik, sehingga daun binahong yang telah diketahui memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder sebagai agen antimikroba layak untuk diteliti lebih lanjut.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol daun binahong dalam menghambat pembentukan biofilm K. pneumoniae dan pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak etanol daun binahong terhadap pembentukan biofilm K. pneumoniae.
Metode : Ekstrak etanol daun binahong dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pada uji antibofilm, ekstrak dalam berbagai konsentrasi dipaparkan pada bakteri K. pnemoniae dalam flat bottom 96 well-plate kemudian diinkubasi selama 24 jam dengan suhu 37°C dan diwarnai menggunakan
kristal violet 1%, lalu dibaca dengan microplate reader. Hasil : Terdapat perbedaan signifikan berdasarkan uji Kruskal Wallis dengan p = 0,000 (? <0,05), tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan bila kontrol negatif dibandingkan dengan konsentrasi lainnya pada uji lanjutan Mann Whitney, nilai p > 0,05 (? < 0,05). Penelusuran lebih lanjut menggunakan uji korelasi nonparametrik Spearman, didapatkan r = -0,244 dan p = 0,048, menunjukan secara garis besar peningkatan konsentrasi memiliki korelasi dengan penurunan nilai densitas optik. Kesimpulan : Hasil penelitian ini belum dapat disimpulkan sehingga dibutuhkan penelitian lanjutan untuk melihat kemampuan ekstrak etanol daun binahong dalam menghambat pembentukan biofilm bakteri K. pneumoniae dan pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak etanol daun binahong terhadap pembentukan biofilm K. pneumoniae.