Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perbandingan hasil prediksi dan tingkat akurasi ketepatan prediksi kebangkrutan antara metode Altman Z-Score, Springate, dan Ohlson. Sampel penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017. Metode analisis yang digunakan adalah menghitung setiap metode dengan menghitung tingkat akurasi dan kesalahan dan uji beda rata-rata Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil prediksi kebangkrutan antara metode Altman, Springate, dan Ohlson dalam kondisi financial distress dan non-financial distress. Metode Springate merupakan metode prediksi
kebangkrutan dengan tingkat akurasi tertinggi sebesar 94.7%, diikuti dengan metode Altman dengan tingkat akurasi sebesar 81.6%, dan Ohlson pada posisi terakhir sebesar 52.6%.