PENDERITAAN AYUB: SEBUAH SOROTAN TEOLOGI KATAFATIK DAN APOFATIK Total View This Week0
Institusion
Universitas Kristen Duta Wacana
Author
01130037, ELISA BERNIKE SUNARKO
Subject
BR Christianity
Datestamp
2020-11-23 01:33:56
Abstract :
Manusia selalu diperhadapkan dengan realita penderitaan sebagai bagian dari fenomena kehidupan yang harus dilalui. Dalam menghadapi fenomena penderitaan terdapat dua model berteologi yang mempengaruhi sikap dan hasil akhir dari proses berteologi seseorang. Kedua model teologi tersebut adalah teologi katafatik dan teologi apofatik. Teologi katafatik menekankan penggunaan bahasa positif atau definisi pasti berdasarkan kemampuan rasio manusia akan eksistensi yang ilahi. Sedangkan teologi apofatik menolak penunggalan makna dan terbuka terhadap pelbagai kemungkinan. Pengenalan terhadap Allah muncul melalui ketidaktahuan akan Allah dan diungkapkan dalam sikap hening atau menggunakan bahasa negatif dengan menidakkannya atau menjelaskan apa yang bukan Allah. Menjadi menarik untuk mencoba menggali pola teologi yang muncul dalam teks Ayub karena teks Ayub adalah teks yang dengan jelas berbicara mengenai penderitaan. Ayub mengalami transformasi teologi yang muncul secara tersirat dalam bahasa simbolis Ayub menjawab pertanyaan Allah. Keunikan teologi apofatik yang muncul dalam teks Ayub terletak pada pengalaman empiris Ayub yang melengkapi (menyempurnakan) pengalaman komunal di dalam doktrin ortodoks. Selain itu kesadaran akan ketidaktahuan tentang Allah sebagai pengetahuan yang terdalam juga merupakan salah satu ciri khas dari model berteologi apofatik.