Abstract :
Pandanus merupakan tanaman buah endemik daerah Pegunungan Tengah Provinsi Papua yang
berpotensi sebagai bahan substitusi minuman fermentasi karena kandungan karbohidrat, protein, lemak,
vitamin C, potassium dan kalsium yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh penambahan ekstrak pandanus (Pandanus brosimos) terhadap kualitas kimia, mikrobiologis
dan organoleptik dalam fermentasi yoghurt dengan menggunakan kultur pasar. Parameter yang diukur
selama fermentasi adalah keasaman (pH), total asam laktat, asam lemak bebas (%FFA), viabilitas
bakteri dan sifat organoleptik, yang seperti warna, aroma, tekstur, keasamaan, kemanisan dan kualitas
total. Fermentasi yoghurt menggunakan medium utama susu sapi yang ditambahkan ekstrak pandanus
sebanyak 0%, 5%,10%, 15%, 20% dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua konsentrasi
penambahan ekstrak pandanus dapat meningkatkan asam laktat dan viabilitas bakteri, menghambat
pembentukkan asam lemak bebas dan menurunkan keasamaan produk yoghurt. Penambahan ekstrak
pandanus sampai 20% tidak menurunkan kualitas kimia, namun semua konsentrasi ekstrak Pandanus
brosimos berpengaruh signifikan dengan menghambat pembentukkan asam lemak bebas penyebab
ketengikan (rancidity), tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan biomassa sel. Cita rasa yoghurt
dari parameter organoleptik yang disukai oleh sebagian besar responden adalah penambahan 10%
ekstrak pandanus.