Institusion
Universitas Kristen Duta Wacana
Author
01052013, DANIEL ADI PRIYATMOKO
Subject
BR Christianity
Datestamp
2021-05-24 02:05:50
Abstract :
Gereja Kristen Pasundan atau disingkat GKP melaksanakan panggilan dan pelayanannya di wilayah Jawa bagian barat, yaitu Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.1 Dalam melakukan tugas panggilan dan pelayanan, GKP tidak terlepas dari konteks, yaitu berhadapan dan bersentuhan dengan umat beragama yang lain. Isu tentang hubungan antar agama beserta permasalahannya menurut penulis adalah sebuah isu yang masih patut untuk diberikan porsi yang cukup besar. Dahulu nama wilayah Jawa bagian barat (kecuali Jakarta) ini adalah Pasundan. Kata Pasundan memiliki arti ?tempat tinggal orang Sunda?.2 Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa. Penyebarannya adalah dari wilayah Ujung Kulon hingga sekitar Brebes. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Karena letaknya yang berdekatan dengan ibu kota negara, maka hampir seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia terdapat di provinsi ini. 65% penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda
yang merupakan penduduk asli provinsi ini. Suku lainnya adalah Suku Jawa yang banyak dijumpai di daerah bagian utara Jawa Barat, Suku Betawi mendiami daerah sekitar Jakarta. Suku Minang dan Suku Batak banyak mendiami Kota-kota besar di Jawa Barat, seperti Bandung, Cimahi, Bogor, Bekasi, dan Depok.3 Nama Jawa Barat sendiri adalah merupakan pemberian dari pemerintahan Belanda yang pada saat itu merupakan terjemahan dari kata West Java. Pada saat itu, pulau Jawa dikuasai sepenuhnya oleh Belanda. Untuk memudahkan pembagian wilayah administrasi pemerintahannya, maka kata West Java digunakan oleh Pemerintahan Belanda pada saat itu.4 Pada saat ini, nama Jawa bagian barat yang digunakan berkaitan dengan lingkup pelayanan GKP meliputi provinsi Jawa Barat, provinsi Banten dan DKI Jakarta. Di Jawa bagian barat, mayoritas penduduk beragama Islam. Dari awal proses karya GKP di tempat ini, GKP telah banyak mengalami tantangan khususnya dengan konteks Islam yang sudah terlebih dahulu hadir daripada kekristenan.5 Pertemuan antara Islam dan Kristen di Indonesia memiliki jangka waktu yang cukup panjang. Sehingga, dengan jangka waktu yang panjang ini ajaran Islam memiliki akar yang kuat dalam penduduk di Jawa bagian barat ini. Sebuah agama yang baru dan nampak berbeda dengan agama yang sebelumnya, mungkin akan mendapatkan gesekan-gesekan atau pertentangan dari agama yang sudah ada sebelumnya. Perbedaan ajaran, khususnya ajaran keselamatan bisa menimbulkan pertentangan. Belum lagi ajaran kekristenan pada saat itu kebetulan datang bersama para penjajah yang bisa memberikan efek buruk bagi image kekristenan itu sendiri. Hal ini bisa menimbulkan fanatisme beragama yang berujung pada penganiayaan. Tidak jarang dalam perjalanan GKP berkarya (mungkin hingga saat ini), kekerasan dengan mengatasnamakan agama atau organisasi keagamaan sering terjadi. Contoh kejadian yang memprihatinkan yaitu tentang pengrusakan dan penutupan beberapa gedung GKP yang terjadi pada tahun 2005 yang lalu (belum termasuk gereja-gereja lain). Pengrusakan dan penutupan gereja yang terjadi pada tahun 2005 ternyata bukan untuk yang pertama kali. Jika ditelusuri, menurut data yang ada antara tahun 1996-2005, ada 6 gedung GKP yang dirusak, dibakar atau bahkan ditutup masa.6 a) Sekilas Tentang Soteriologi. Dalam hubungan antar agama, ajaran tentang keselamatan ternyata juga memegang peranan penting. Karena berbeda pemahaman, ajaran keselamatan bisa menjadi sumber konflik antar agama. Dalam istilah agama Kristen, ajaran keselamatan disebut juga Soteriologi yang berasal dari bahasa Yunani. Soteriologi dalam bahasa Yunani berasal dari kata Soteria yang berarti; pembebasan, keselamatan, (pembawa) keselamatan dan Logos yang berarti kata-kata, sabda atau wacana7. Dengan demikian, Soteriologi berarti wacana tentang keselamatan atau suatu ilmu yang di dalamnya mempelajari tentang keselamatan. Beberapa contoh mengenai indikasi pemahaman keselamatan terdapat di dalam buku Iman Kristen karangan Harun Hadiwijono. Harun memandang bahwa; ?Karya Tuhan sebagai penyelamat umatNya ini dapat dilihat dari dua segi atau aspek, yaitu karyaNya dalam Tuhan Yesus Kristus untuk memperbaiki hubungan Tuhan Allah dengan manusia yang telah dirusak oleh dosa, dan KaryaNya yang dengan perantara Roh Kudus untuk menjadikan keselamatan yang telah diperoleh Kristus tadi benar-benar dimiliki manusia atau karyaNya untuk memasukan keselamatan tadi ke dalam eksistensi manusia?.8 Salah satu contoh lainnya yang terdapat di GKP ada dalam Pembukaan Tata Gereja dan Peraturan Pelaksanaan Tata Gereja (TG dan PPTG) Gereja Kristen Pasundan: ?Dengan Kuasa Roh Kudus, Allah memanggil semua orang untuk percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai sebagai Tuhan dan Juruselamat serta membimbing mereka untuk hidup dalam suatu Persekutuan, Pelayanan, dan Kesaksian di tengah dunia?.9 Selain itu di dalam pasal TG dan PPTG itu sendiripun terdapat ajaran tentang keselamatan, yang terdapat pada pasal 7 ayat 1 mengenai panggilan bersaksi: ?Seluruh dan